INASGOC Sebut Informasi Rekrutmen Relawan Hoaks

Haifa Salsabila    •    08 Januari 2018 04:41 WIB
asian games 2018
INASGOC Sebut Informasi Rekrutmen Relawan Hoaks
Kejuaraan

Jakarta: Ketua Umum Indonesia Asian Games Organizing Comittee (INASGOC) Erick Thohir mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya akan berita palsu atau hoax yang beredar terkait rekrutmen relawan untuk Asian Games 2018. Pasalnya, marak beredar informasi menyimpang bahwa INASGOC membutuhkan relawan yang akan dibayar honor sebesar Rp600 ribu per hari. 

"Pendaftaran volunter tahap pertama sudah digelar September 2017 untuk kebutuhan test event. Kami mendapatkan volunter yang memadai untuk menunjang test event berupa invitational tournament yang akan berlangsung 10-24 Februari mendatang. Jadi terkait dengan beredarnya info mengenai pencarian volunter dengan iming-iming uang, saya nyatakan hal itu hoax dan sama sekali tidak benar," ujar Erick melalui siaran pers, pada Minggu, 8 Januari 2018. 

Ia menjelaskan para relawan untuk Asian Games 2018 sudah terpilih dan akan mengikuti tes yang bertajuk Asian Games Invitational Tournament. INASGOC memang akan menambah jumlah relawan untuk acara Games Times, namun pendaftaran baru dibuka pada 18 Januari 2018 melalui website Asian Games. 

"Informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan diri sebagai koordinator relawan atau agen yang ditunjuk untuk pencari tenaga sukarelawan Asian Games 2018, terus beredar. Apalagi saat ini, INASGOC belum kembali membuka pendaftaran volunter untuk Games Times," lanjut dia. 

Oleh karena itu, Ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran penerimaan relawan untuk Asian Games 2018, apalagi jika ada yang meminta bayaran. Ia menuturkan bahwa semua informasi dan pendaftaran bisa dilakukan melalui website resmi Asian Games 2018, www.asiangames2018.id dan semua proses rekrutmen dilakukan departemen human resources INASGOC. 

"Selain itu, kami juga tidak pernah menunjuk agen atau koordinator pencari tenaga sukarelawan. Saat ini, kami tengah koordinasi dengan aparat kepolisian bidang siber untuk mencari penyebar berita bohong itu," tegas Erick.

Perlu diketahui, kebutuhan tenaga relawan, atau volunter untuk mendukung Asian Games 2018 Jakarta-Palembang diperkirakan akan besar. Demi melayani sekitar 12 ribu atlet dan perwakilan dari 45 negara serta dihadiri sekitar 5.000 media diperlukan jumlah relawan yang bisa mencapai 20 ribu orang serta memiliki kemampuan memadai.

"Tak heran jika hingga kini, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kebutuhan volunter yang besar tersebut untuk tujuan yang tidak benar dan mengambil keuntungan pribadi dengan merugikan INASGOC serta masyarakat," tutup Erick


(LDS)