Evaluasi PON 2016

DPRD: Pemprov Jatim Mesti Beri Perhatian Kepada Sekolah Olahraga

Amaluddin    •    30 September 2016 23:56 WIB
DPRD: Pemprov Jatim Mesti Beri Perhatian Kepada Sekolah Olahraga
Atlet Jatim berprestasi di PON 2016 (Istimewa)

Metrotvnews.com, Surabaya: Provinsi Jawa Timur hanya runner up pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Posisi kedua ini dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim akibat minimnya perhatian Pemerintah Jatim terhadap atlet yang ada.

"Untuk itu kami mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Menengah Olah Raga (SMANOR) Sidoarjo agar dapat melahirkan banyak atlet berprestasi," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da'im, di Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Selama ini, kata Suli, para atlet berprestasi sebagian besar memang dilahirkan dari SMANOR. Karena itu harus ada perhatian khusus antara SMANOR dan SMA Negeri pada umumnya. Pendidikan di SMANOR memang lebih fokus di bidang olah raga. 

"Kalau pemerintah serius terhadap olahraga maka harus ada perlakuan khusus, karena mayoritas murid SMANOR keahliannya di bidang olahraga. Karena itu siswa-siswinya harus didorong supaya bisa berprestasi di bidang olahraga yang mereka geluti," ujarnya.

Politikus asal PAN ini berharap Pemprov Jatim mengatur kurikulum SMANOR sedemikian rupa agar para siswanya berprestasi di bidang olahraga. Pendidikan di bidang akademik bukan menjadi fokus utama, melainkan prestasi olahraga yang menjadi pertimbangan. 

"Jangan sampai ada anak berprestasi di bidang olahraga tapi tidak naik kelas, sebab siswa SMANOR tidak fokus di akademik. Karena itu harus ada toleransi bahkan kalau perlu kurikulumnya dibikin tersendiri," katanya.

Menurut Suli, Mendikbud pernah akan menerbitkan Peraturan menteri (Permen) terkait aturan yang mengkhususkan sekolah olahraga. Namun, Permen itu hingga saat ini tak kunjung direalisasi. 

"Nah, Jatim dapat menjadi percontohan pemberian kurikulum khusus bagi siswa yang berprestasi di bidang olahraga," ujarnya.

Pada PON XIX Jabar yang baru selesai, kontingen Jawa Barat tampil sebagai juara umum dengan memperoleh 531 medali. terdiri dari 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu.

Sementara kontingen Jatim yang menduduki tempat kedua hanya meraih total 404 medali. Terdiri dari 132 medali emas, 138 medali perak, dan 134 medali perunggu. 

Posisi ketiga diduduki DKI Jakarta yang mengumpulkan total 374 medali. Rinciannya sebanyak 132 emas, 124 perak, dan 118 perunggu. 

Sedangkan posisi keempat diisi Jawa Tengah dengan total 173 medali, dengan rincian 32 emas, 56 perak, dan 85 perunggu. Kemudian posisi kelima dihuni Kalimantan Timur dengan perolehan 139 medali, yaitu 25 emas, 41 perak, dan 73 perunggu.
(RIZ)