Kasus doping Atlet Indonesia

Nasib 8 Atlet yang Mengajukan Banding ke Dewan Anti-Doping Nasional

A. Firdaus    •    06 September 2017 19:11 WIB
pon 2016doping
Nasib 8 Atlet yang Mengajukan Banding ke Dewan Anti-Doping Nasional
Natino, Ketua Majlis Banding Anti-Doping Nasional (Foto: MTVN/A.Firdaus)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Banding Anti-Doping Nasional telah mengumumkan nasib delapan atlet PON XIX dan PEPARNAS XV yang telah mengajukan banding. Dari delapan atlet, hanya ada satu yang diterima bandingnya.

Sejatinya ada 12 atlet PON XIX dan dua atlet PEPARNAS XV, yang dinyatakan positif doping. Namun delapan atlet telah mengajukan banding dan telah diterima oleh dewan banding untuk mempelajari kasusnya.

Iman Setiaman merupakan atlet binaraga asal Jawa Tengah yang terkena sanksi empat tahun. Bandingnya diterima dan mendapatkan pengurangan hukuman menjadi tiga tahun. Iman telah menjalani sanksi sejak 25 Oktober 2016.

"Pada 2017 kami melaksanakan tugas untuk memeriksa banding atas putusan anti doping nasional terhadap delapan atlet yang mengajukan banding," ujar Natino Ketua Majelis Banding saat ditemui wartawan di Kemenpora, Rabu 6 September.
 

Baca: Indikasi Suap di Olimpiade Rio de Janeiro 2016


Selain Iman, ada satu atlet yang mencabut bandingnya. Atlet yang dimaksud adalah Cucu Kurniawan yang terkena sanksi enam bulan. Cucu merupakan atlet asal Jawa Barat yang bertanding di PEPARNAS.

"Dari delapan atlet kami telah melakukan pemeriksaan dua hari. Ternyata ada satu yang mencabut bandingnya yaitu Cucu Kurniawan dari cabor atletik," ujar

Prosedur tes anti doping ini telah dilakukan sebulan setelah pergelaran PON XIX dan PEPARNAS berlangsung pada September lalu. Penelitian tes urine atlet tersebut dilakukan di Thailand.
 

Baca juga: Temui Menpan-RB, Menpora Realisasi Bonus PNS Peraih Emas SEA Games


Dari berbagai kasus, beberapa di antaranya ada atlet yang menggunakan obat herbal dan juga obat untuk menurunkan berat badan.

"Zat yang mereka gunakan biasanya untuk meningkatkan olahraganya. Selama di Pelatnas ada yang menggunakan herbal," terangnya.

Jika ada atlet yang tetap ingin kembali mengajukan banding lantaran tak puas dengan keputusan Anti-Doping Nasional, mereka berhak untuk mengajukan banding ke dewan anti doping internasional (CAS).

Berikut 8 atlet yang mengajukan banding:

1. I Ketut Gede Arnawa (Binaraga/Bengkulu)
Putusan awal: Empat tahun
Putusan Banding: Ditolak

2. Kurniawansyah (Binaraga/Babel)
Putusan awal: Empat tahun
Putusan Banding: Ditolak

3. Mheni (Binaraga/Jawa Tengah)
Putusan awal: Empat tahun
Putusan banding: Ditolak

4. Iman Setiawan (Binaraga/Jawa Barat)
Putusan awal: Empat tahun
Putusan akhir: Diterima menjadi tiga tahun

5. Mualipi (Binaraga/Jawa Tengah)
Putusan awal: Empat tahun
Putusan banding: Ditolak

6. Roni Romero (Binaraga/Jawa Barat)
Putusan awal: Dua tahun
Putusan banding: Ditolak

7. Jendri Turangan (Berkuda/Jawa Tengah)
Putusan awal: Satu tahun
Putusan banding: Ditolak

8. Cucu Kurniawan (Atletik/Jawa Barat)
Putusan awal: Enam bulan
Putusan banding: Dicabut

Video: ?PSSI Minta Pengamanan Timnas Kepada KBRI Myanmar
 


(ACF)