SEA Games 2017

Antisipasi Menpora Terhadap Kecurangan di SEA Games 2017

Rendy Renuki H    •    25 Agustus 2017 08:08 WIB
sea games 2017
Antisipasi Menpora Terhadap Kecurangan di SEA Games 2017
Menpora Imam Nahrawi saat membuka Liga Santri Nusantara (Foto: RendyBWK/Mtvn)

Metrotvnews.com, Pinrang: Gelaran SEA Games 2017 Malaysia memang kerap diwarnai kecurangan yang dilakukan tuan rumah. Salah satu bukti nyata pada cabang sepak takraw yang merasa dirugikan Malaysia di pertandingan pertama, Minggu 20 Agustus lalu.

Tim sepak takraw putri Indonesia memilih walk out (WO) dari pertandingan melawan tuan rumah. Saat itu tim memutuskan WO setelah merasa dirugikan keputusan wasit yang tidak adil saat unggul 16-10 di set kedua.

BACA: Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak Delapan Besar

Pertandingan itu pun ditonton langsung Menpora yang langsung menemui para atlet. Kini, ia telah mengantisipasi agar kecurangan dengan meminta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan CdM (Chief de Mission) Indonesia bersinergi.

"Saya sudah perintahkan KOI dan CdM agar mencatat semua keluhan manajer, pelatih, hingga atlet semua cabang olahraga yang merasa dicurangi dan diperlakukan tidak adil untuk diproses," ucap Menpora usai membuka Liga Santri Nusantara 2017 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (24/8/2017).

"Itu kita buktikan ketika saya melihat langsung saat Evan Dimas dipukul (cabang sepak bola lawan Timor Leste). Saya langsung minta kepada manajer pelatih maupun PSSI untuk protes, walaupun hasilnya saya dengar ditolak. Gak masalah, setidaknya kita sudah usaha dan mekanisme itu harus ditempuh," lanjut Menpora.

Selain itu, hasil catatan keluhan tersebut nantinya akan dibawa sebagai bahan evaluasi. Ia ingin catatan tersebut dijadikan bahan untuk penilaian oknum yang bermasalah di SEA Games agar tak disertakan di Asian Games 2018 mendatang.

"Nanti sepulangnya ke Indonesia, saya akan evaluasi bersama KOI dan CdM kecurangan di cabor mana saja. Ini menjadi catatan penting agar di Asian Games nanti pihak-pihak yang terlibat memimpin pertandingan tidak jujur dan tidak adil jangan dilibatkan," tutupnya.

 


(KRS)