Semifinal IBL 2018

Pertarungan Do or Die di Semifinal IBL 2018

Monica Felicitas Gracia V    •    19 Maret 2018 21:02 WIB
olahragaliga bola basket indonesia
Pertarungan Do or Die di Semifinal IBL 2018
Konferensi pers semifinal IBL 2018 di Santika Premiere Hotel, Jakarta, Senin 19 Maret 2018-Medcom.id/Monic

Jakarta: Pertarungan do or die bakal tersaji di semifinal Indonesian Basketball Leage (IBL) 2018. Empat tim bakal bersaing menuju babak grand final IBL Pertalite 2018. Keempat tim semifinal adalah Satria Muda Pertamina, BSB Hang Tuah Sumsel, W88.news Stapac, dan Pelita Jaya.

Pertandingan dengan sistem home away diawali tim dari Divisi Merah, yakni Satria Muda Pertamina kontra BSB Hangtuah Sumsel, pada Kamis 22 Maret 2018 di Hi Tes Arena Batam. Dua hari berselang, tepatnya 24 Maret 2018, gantian Satria Muda menjamu BSB Hang Tuah Sumsel di Britama Arena Jakarta.

Sementara di Divisi Putih, akan mengawali pertandingan antara Stapac Jakarta melawan Pelita Jaya, pada 5 April 2018. Stapac memilih Yogyakarta sebagai home base mereka. Dua hari kemudian, giliran Pelita Jaya memilih GOR C'Tra Arena Bandung saat menjamu Stapac, 7 April 2018.

Baca juga: Kata Marcus/Kevin Usai Menangi Gelar All England 2018

Pada semifinal kali ini, sebagai tim pendatang baru, BBS Hangtuah Sumsel, mengakui banyak pelajaran yang sudah mereka ambil saat babak playoffs kemarin.

"Satria Muda banyak pemain nasionalnya. Saya hanya bisa memotivasi para pemain agar semangat pemain lebih baik lagi ketimbang babak playoffs," ujar pelatih Hangtuah Andika S Saputra dalam konferensi pers di Santika Premiere Hotel, Jakarta, Senin 19 Maret 2018.

Andika menambahkan, dirinya tak hanya menyiapkan dari sisi teknik, melainkan juga dari mental pemainnya.

Baca juga: Pembalap Muda Indonesia Catat Prestasi di Qatar

"Mental lebih penting. Saya berharap anak-anak bisa enjoy dan tidak tegang. Kita harus berusaha maksimal, Satria Muda tim bagus, baik inside maupun outside," imbuh Andika.

Sedangkan dari kubu lawan, pelatih Satria Muda Youbel Sondakh mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua timnya melaju ke babak semifinal dengan pemain asing yang sama.

"Mestinya kami lebih siap lagi tahun ini. Saya berharap saat melawan Hangtuah anak-anak bisa bermain lepas, namun perlu waspada. Apa pun bisa terjadi. Namun, kami sudah menyiapkan untuk Sabtu mendatang," jelas coach Youbel.

Semifinal di Divisi Putih, asisten pelatih Stapac Antonius Ferry Rinaldo mengatakan, pertarungan nanti merupakan pertarungan dejavu. Maklum, pada musim IBL 2017 lalu, Aspac Jakarta harus mengalami kekalahan di babak semifinal melawan Pelita Jaya dengan skor 82-74. 

Baca juga: CLS Tutup Laga Kandang di ABL dengan Kemenangan

"Kami akan melakukan revans (penebusan kekalahan) untuk melangkah ke final IBL tahun ini. Pastinya PJ (Pelita Jaya) juga bersiap dengan kekuatan sesungguhnya, karena kami sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing," jelas Rinaldo.

Sementara pelatih Pelita Jaya Johannis Winar menanggapi, Stapac merupakan tim solid dengan imbangannya permainan apik antara pemain impor dan lokal. Saat ini timnya juga tengah sibuk membenahi skuatnya, dan saling mengenal agar game plan berjalan dengan baik.

"Nanti kita lihat di lapangan, penyesuaian apa saja yang akan dilakukan," ujar coach Winar singkat.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Kevin/Marcus Pertahankan Gelar Juara All England
 


(RIZ)