Kedubes Filipina Gelar Turnamen Golf Amal untuk Indonesia

Rendy Renuki H    •    07 Desember 2018 21:36 WIB
golf
Kedubes Filipina Gelar Turnamen Golf Amal untuk Indonesia
Jumpa pers turnamen golf amal untuk Indonesia di Kedutaan Besar Filipina, Jumat (7/12) (Istimewa)

Jakarta: Kedutaan besar Filipina di Jakarta menggelar turnamen golf amal untuk membangun prasarana pendidikan di Indonesia. Turnamen bertajuk FIlcomin Charity Golf Tournament itu akan digelar Minggu 9 Desember di Senayan Golf Club, Jakarta.

Sebanyak 200 pegolf asal Filipina akan meramaikan turnamen tersebut. Nantinya, dana yang terkumpul dari turnamen itu akan dialokasikan untuk pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia.

"Turnamen golf penggalangan dana bantuan ini menunjukkan simpati Komunitas Warga Filipina di Indonesia (Filcomin). Dana yang dikumpulkan bertujuan menghadirkan perpustakaan di sekolah-sekolah umum di Indonesia," kata Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Lee Hiong Wee, Jumat 7 Desember.

Ia mengatakan penggalangan dana untuk pembangunan perpustakaan di Indonesia telah berlangsung sejak 2013 lalu. Program ini pun bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Rotary Club Indonesia dan Sekretariat ASEAN.

"Ini adalah turnamen golf pertama yang digelar Filcomin untuk menggalang dana sosial. Kami akan mempertimbangkan untuk menghadirkan atlet pada penyelenggaraan tahun berikutnya, karena Filipina berhasil meraih medali emas pada cabang golf Asian Games 2018," sambung Lee.

Sementara, Presiden Asosiasi Golf Filcomin, Richie TIblani mengatakan peserta turnamen ini merupakan pemain golf dan penikmat golf asal Filipina. Mereka tetap akan bermain sesuai standar internasional yakni 18 hole.

Ia juga mengatakan sejauh ini telah berhasil menggalang dana sebesar 1,2 juta dolar. Dana tersebut akan disalurkan melalui Perserikatan Bangsa-bangsa lewat badan internasional khusus kesehatan dan pendidikan (UNICEF).

"Kami juga turut membantu para korban bencana di Pali dengan membangun rumah yang juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional," kata Tiblani.


(REN)