Finalis Australian Open 2018 Alami Dehidrasi Parah

Gregah Nurikhsani Estuning    •    29 Januari 2018 14:18 WIB
tenis australia open
Finalis Australian Open 2018 Alami Dehidrasi Parah
Simona Halep. (Foto: Twitter/ESPNTenis

Melbourne: Simona Halep harus menjalani rawat inap usai melakoni partai final Australian Open 2018. Ia dilaporkan mengalami dehidrasi parah akibat pertarungan sengit dengan Carolina Wozniacki pada Sabtu 27 Januari lalu.

Hal tersebut diketahui persis ketika final tunggal putra Australian Open antara Marin Cilic kontra Roger Federer. ESPN menampilkan sebuah foto Halep tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit sebelum akhirnya dipersilakan untuk pulang pada Minggu 28 Januari paginya.

Keterangan lebih lanjut dari rumah sakit menyebut jika petenis asal Rumania itu mengalami dehidrasi parah. Pada final tunggal putri, cuaca saat itu memang cukup panas untuk ukuran orang Eropa, yakni 26 derata celcius dengan kelembaban mencapai 60 persen.

Pada saat bertanding melawan Wozniacki selama 2 jam 49 menit, Halep sampai harus menerima perawatan singkat akibat masalah pada tekanan darahnya. Pelatih pribadinya juga mengakui jika petenis nomor dua dunia itu merasa pusing.
 
Halep enggan menyerah begitu saja, sebab kekalahan bakal membuat peringkatnya turun (sebelum kalah dari Wozniacki ia berperingkat satu) ke tangga kedua. Hebatnya, ia juga sudah mengalami cedera engkel terkilir sejak babak pertama turnamen.

Pada akhirnya, Helep kalah terhormat 6-7, 6-3, dan 4-6 dari Wozniacki di final. Kendati begitu, ia mengakui jika lawannya memang lebih hebat ketimbang dirinya.

Klik: Cedera Parah, DeMarcus Cousins Menepi Sampai Akhir Musim

"Saya sulit berbicara saat ini (karena kelelahan), tapi saya harus mengatakan hal ini, selamat buat Caroline (Wozniacki), dia bermain luar biasa," ujarnya dikutip dari The Sun.

"Ini adalah turnamen yang hebat buat saya. Tentu saja saya sedih karena gagal juara, tapi harus saya akui, dia bermain lebih baik daripada saya hari ini," sambungnya lagi.

Di sisi lain, dibutuhkan 43 turnamen besar dan dua final bagi Wozniacki untuk akhirnya memenangi sebuah gelar Grand Slam pertamanya sepanjang karier.

"Saya telah bertahun-tahun menantikan momen seperti ini, untuk berada di sini, mengangkat trofi, adalah mimpi yang menjadi nyata," kata Wozniacki usai laga.

Video: E-Sport Semakin Berkembang di Tanah Air
 


(KRS)