SEA Games 2017 Cabor Pencak Silat

Dicurangi Juri, Pesilat Indonesia Hanya Raih Perak

Kautsar Halim    •    24 Agustus 2017 16:23 WIB
sea games 2017
Dicurangi Juri, Pesilat Indonesia Hanya Raih Perak
Pesilat Indonesia

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Duet pesilat Indonesia, Yolla Primadona dan Hendy, tak kuasa menahan air matanya berderai  usai bertanding di SEA Games 2017 Malaysia. Keduanya karena hanya mampu menyumbang perak di nomor artistik ganda putra. 

Bertanding di KLCC Convention Center, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 24 Agustus, Yolla/Hendy mendapat giliran tampil nomor urut keenam. Gerakan keduanya terlihat menawan, kompak dan penuh tenaga, baik itu ketika memperagakan jurus tangan kosong, golok maupun toya/tongkat.

Statusnya sebagai juara bertahan SEA Games 2015 dan Juara Dunia Pencak Silat 2016 membuat Yolla/Hendy tampil penuh kepercayaan diri. Namun, sayangnya skor 554 poin yang diberikan juri hanya membuat mereka bertengger di urutan dua atau hanya meraih medali perak.

Baca juga: Indonesia Sisakan Lima Wakil di Kejuaraan Dunia 2017

Wakil Malaysia Taqiyuddin Hamid dan Rosli Syarif tampil di nomor urutan pertama mendapat emas. Padahal, di luar kandang, keduanya sering dikalahkan Yolla/Hendi. Pesilat Malaysia merebut medali emas dengan torehan 582 poin. 

Hasil tersebut sangat disayangkan pelatih maupun pesilat Indonesia. Dari pandangan mereka, pesilat Malaysia tampil tidak bertenaga, tapi bisa dapat emas. Orang awam pun menurut mereka bisa melihat kalau pesilat Malaysia tidak bakal dapat poin setinggi itu. 

"Nilai 582 itu hampir sempurna. Tapi mereka tampilnya seperti itu," ujar pelatih pencak silat Indonesia Tulus Pribadi seusai laga.

"Saya mohon maaf kepada bangsa Indonesia karena tidak mampu mempersembahkan yang terbaik. Walaupun hasilnya kurang memuaskan tapi tetap disyukuri," ujar Hendi menahan tangis saat ditanyai wartawan.

Baca juga: Tim Bola Voli Putri Indonseia Yakin ke Semifinal

Sementara itu, Yola menjelaskan dirinya setengah tidak percaya dengan hasil atau poin yang didapat pesilat Malaysia. Menurutnya, poin sebesar itu bahkan tidak pernah ada di Kejuaraan Dunia. 

Kendati penuh kontroversi, baik pelatih maupun pesilat Indonesia tidak ingin memperkeruh suasana. Mereka tetap menerima hasil pertandingan dengan baik karena sadar betul status Malaysia adalah sebagai tuan rumah.

"Kami bukan sekali atau dua kali melawan mereka. Bahkan, kami sudah lima kali bertemu dan mereka tak pernah naik podium. Tapi di sini (Malaysia), seperti sihir, mereka bisa dapat poin tinggi," tutup Yola.

Video: Perolehan Medali Sementara SEA Games 2017
 


(RIZ)