Pembalap Indonesia Dominasi Etape 1 Tour de Singkarak

Kautsar Halim    •    04 November 2018 19:43 WIB
tour de singkarak
Pembalap Indonesia Dominasi Etape 1 Tour de Singkarak
Suasana finis etape 1 Tour de Singkarak. (Foto: Humas TdS 2018)

Sijunjung: Etape pertama Tour de Singkarak 2018 telah selesai pada Minggu 4 November sore WIB. Rutenya  yang mengambil start di Lapangan Kantin, Bukittinggi hingga finis di Gedung Pancasila, Sijunjung, berjarak 140,5 kilometer

Berdasarkan pantauan Medcom.id, rute tersebut berjarak cukup jauh dan penuh tantangan. Sebab, banyak lintasan menanjak, berkelok dan sempat hujan juga. Start yang dimulai pukul 10.00 WIB baru bisa diselesaikan para pembalap sekitar pukul 14.30 WIB.

Meski bukan balapan yang mudah, para pembalap tetap disuguhkan berbagai pemandangan menarik. Mulai dari lokasi bersejarah, tempat-tempat penting, hingga panorama pegunungan tak pernah jauh dari pandangan mata. Selain itu, masyarakat setempat juga antusias menyaksikan dari pinggir jalan.

Selepas start, para pembalap secara tidak langsung sudah melakukan tur kota Bukittinggi. Sebab, treknya melewati Tugu Polwan, Jalan Rivai, Jalan Kesehatan, Jalan Pemuda, Pasar Banto, Jalan Sukarno Hatta, Jalan Sutan Syahrir, Jalan Sudirman, dan kembali ke Tugu Polwan. 

Baca: Tour de Singkarak Ampuh Mengangkat Pamor Sumatera Barat

Sepanjang rute tersebut, para pembalap sempat melintasi rumah Bung Hatta sebelum menuju ke Payakumbuh. Setelah itu, seratus lebih peserta langsung disuguhi keindahan alam Tabek Patah, Batusangkar dan lainnya. 

Hujan turun ketika melintasi Kabupaten Tanah Datar. Namun, tantangan itu bukan kendala besar untuk menuju garis finis. Menariknya, pembalap Indonesia dari tim PGN Cyling Team, Novardianto Jamalidin, malah berhasil keluar jadi pemenang.

Novardianto finis terdepan dengan catatan waktu 3 jam 25 menit 24 detik. Di belakangnya ada Mohamad Izzat Hilmi Abdul Hailil dari tim Sapura Cycling (Malaysia) dan diikuti oleh Park Sanghong dari LX Cycling Team (Korea Selatan). Hasil ini mengantarkan Novardianto menyabet penghargaan lain.


Novardianto Jamalidin berpose dengan jersey kemenangan. (Foto: Medcom.id/Zam)

Ketika memastikan diri finis terdepan, artinya Novardianto berhasil tampil lebih baik ketimbang wakil Indonesia lainnya. Dengan begitu, dia berhak mendapat jersey Merah Putih. Kemudian, Novardianto juga menjadi pembalap individu terbaik untuk menyabet jersey kuning dan menjadi raja sprint untuk meraih jersey hijau.

Sepanjang perjalanan Tour de Singkarak yang memasuki perhelatan kesepuluh pada tahun ini, belum pernah ada pembalap Indonesia yang bisa mengalahkan pembalap asing pada etape pertama. Tak heran jika Novardianto tampak sangat semringah saat seremoni pemberian hadiah.

"Tantangan terberat ada di rute 20, tapi masih bisa saya atasi. Tadinya saya kurang percaya diri untuk bisa seperti ini, namun akhirnya terwujud berkat persiapan yang matang," kata Novardianto seusai seremoni pemberian hadiah etape pertama.

"Persiapan khususnya itu saya latihan di Kuningan, Jawa Barat, pada seminggu sebelum event ini berlangsung. Berkat lintasan di Sijunjung ini, akhirnya Indonesia juara dan rebut yellow jersey," tambahnya. 

Meski menang, Novardianto tidak lantas puas begitu saja karena masih ada tujuh etape lagi yang harus diselesaikan. Selanjutnya, pada etape 2, Senin 5 November, tantangannya bakal semakin besar karena jarak tempuh dari Sawahlunto (Taman Segitiga) menuju Dharmasraya (Kantor Bupati) mencapai 241,1 kilometer. 

"Besok, tujuan utama saya masih yellow jersey. Tapi tergantung kondisi juga," tutup Novardianto.




(KAU)