Kisah Peraih Emas Panahan SEA Games 2017

Prima Wisnu Sempat Dilema Tinggalkan sang Ibu dalam Kondisi Sakit

Ahmad Mustaqim    •    27 Agustus 2017 17:09 WIB
sea games 2017
Prima Wisnu Sempat Dilema Tinggalkan sang Ibu dalam Kondisi Sakit
Peraih medali emas SEA Games 2017 cabor panahan, Prima Wisnu (Foto: WAHYU PUTRO A/Antara)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Medali emas dari cabang panahan nomor compound individu putra di ajang SEA Games 2017 berhasil dipersembahkan Prima Wisnu Wardhana. Lelaki kelahiran 13 Oktober 1995 ini merupakan warga kampung Purwanggan, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Di balik keberhasilannya, sebelum dan selama ajang SEA Games, Prima kerap dirundung gejolak lantaran ibunya, Nurhayani sedang sakit. Ayah Prima, Putu Aryasa mengatakan sang ibu sedang didera sakit di tulang kaki kiri sepulang Prima dari Pelatnas sebelum ajang SEA Games. "Karena sakit di bagian tulang jadi tidak bisa jalan," kata Putu di Yogyakarta, Minggu 27 Agustus 2017.

Sebagai anak, Prima sangat dekat dengan ibunya. Wajar bila ia terpukul saat sang ibu sedang menghadapi sakit.

Klik di sini: Terhenti di Perempat Final, Ganda Campuran Gagal Pertahankan Emas

Saat akan berangkat ke Malaysia, Prima dilanda kecemasan karena sang ibu dirawat di rumah sakit. Kepada Prima, Putu mencoba meyakinkan agar anaknya tetap berangkat dan fokus untuk SEA Games.

"Saya bilang ke Prima, ini demi bangsa dan negara. Prima harus membesarkan hati meninggalkan ibunya," ucapnya.

Meski mencoba berbesar hati, Prima ternyata tak bisa menyembunyikan kecemasan. Ia beberapa kali menghubungi Putu dan saudaranya untuk sekadar menanyakan kabar sang ibu.

Klik di sini: Kalah TKO, McGregor Jadi Korban ke-50 Mayweather

Saat bertelepon itu, Putu terpaksa berbohong kepada Prima kalau ibunya dalam kondisi sudah membaik. "Sebenarnya kondisi ibunya belum baik. Tapi mau bagaimana lagi, biar Prima bisa fokus di SEA Games. Di rumah kan sudah ada saya dan keluarga," ujarnya.

Tak cukup dengan berbohong, Putu juga sempat memutus percakapannya dengan Prima. Bahkan, ia terpaksa mengambil sim card dan menonaktifkannya agar Prima tak menghubungi ibunya.

Meski harus berbohong dan memutus komunikasi antara Prima dengan ibunya, hal itu tak berakhir sia-sia. Prima berhasil menggondol media emas cabang panahan. Putu mengetahui itu kali pertama melalui saluran televisi. Ia dan istrinya merasa bangga sekaligus bahagia.

"Kami sampai nangis. Tapi ke depannya semoga anak saya bisa meraih emas juga di Asian Games," kharapnya.

Putu bakal terus mendukung Prima. Bukan tak mungkin, prestasi Prima di ajang SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia bisa mengatrol rangking putranya di peringkat dunia.

Dua Wakil Indonesia Lolos ke Final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017
 


(FIR)