Kejuaraan Dunia

PB PABBSI Kurang Perhatian, Lifter Kaltim Tolak Ikut Kejuaraan Dunia

   •    18 Oktober 2016 21:09 WIB
angkat besiolah raga
PB PABBSI Kurang Perhatian, Lifter Kaltim Tolak Ikut Kejuaraan Dunia
Lifter Kaltim Awang Latief (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Samarinda: Lifter andalan Kalimantan Timur Awang Latief menolak mewakili Indonesia pada Kejuaraan Angkat Berat Dunia 2016 yang berlangsung di Orlando, Florida, Amerika Serikat.

Awang Latief saat dihubungi, Selasa 18 Oktober 2016, mengaku kecewa terhadap PB Persatuan Angkat Berat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), yang tidak memberikan perhatian kepada lifter angkat berat pada saat mengikuti kegiatan internasional.

"Selama persiapan mengikuti kejuaraan kami ini butuh asupan gizi, suplemen dan vitamin, tapi semuanya itu harus kami penuhi sendiri dengan biaya pribadi, dan parahnya habis kejuaraan prestasi yang kami berikan juga tidak diberikan penghargaan dalam bentuk bonus,"jelas Awang Latief.

Ia menuturkan hal itu berdasarkan pengalamannya mewakili timnas Indonesia mengikuti kejuaraan Asia pada 2011 di Jepang, tahun 2012 di India dan tahun 2014 di Filipina. Saat meraih medali emas, tak ada sesenpun uang yang didapatkan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai bonus prestasi.

Baca juga: Dua Lifter Asal Kaltim akan Ikut Kejuaraan Dunia di AS

Padahal kata peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat kelas 58 kilogram putra itu, selama persiapan mengikuti kejuaraan Asia, banyak sekali asupan gizi, vitamin dan suplemen yang dia butuhkan sebagai penunjang latihan.

"Semuanya harus saya keluarkan dari uang pribadi saya, kalau terus-terusan begini saya jadi mikir, utamanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga," jelasnya.

Menurut Awang, selama melakukan persiapan mengikuti berbagai even internasional tersebut, dalam memenuhi kebutuhan suplemen, gizi dan vitamin minimal dia harus mengeluarkan kocek sebulan hingga Rp15 juta.

Keluhan Awang tersebut pernah disampaikan ke PB PABBSI usai mengikuti kejuaraan Asia. Yang membuatnya kecewa karena ada jawaban bahwa memang tidak ada anggaran untuk angkat berat. Yang ada hanya untuk cabang binaraga dan angkat besi.

"Terus terang saya kecewa, karena kami ini di bawah induk organisasi yang sama, masak harus dibeda-bedakan, karena kami juga berjuang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional," jelasnya.

Penolakan Awang membela timnas Indonesia di kejuaraan Dunia itu dinyatakan dengan ketidaksediannya membikin paspor, sebelum laga PON XIX 2016 berlangsung.

"Dari awal saya sudah tidak mau disuruh membikin paspor, tapi saya juga tidak mau mengomentari rekan saya Widari yang juga menjadi bagian timnas Indonesia, yang tetap berniat berangkat mengikuti kejuaraan dunia tersebut,"tegas Awang.(ant)

 
Video: Erick Tohir Puas dengan Pembangunan Wisma Atlet


(RIZ)