Jelang Asian Games 2018

Jusuf Kalla Minta Pengurangan Cabor Asian Games 2018

Rendy Renuki H    •    15 Maret 2017 17:36 WIB
asian games 2018
Jusuf Kalla Minta Pengurangan Cabor Asian Games 2018
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan) memberikan keterangan pers seusai melakukan rapat Asian Games 2018 di Kemenpora. (Foto: Ant/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pengurangan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Hal itu disampaikan usai menggelar rapat tertutup dengan Menpora Imam Nahrawi dan Menko PMK Puan Maharani di Lantai 3 Graha Kemenpora, Rabu 15 Maret.

Cabor yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 nanti berjumlah 42. Namun, JK ingin cabor yang dipertandingkan menjadi 37 lantaran anggaran dan venue yang tidak siap.

Terkait 37 cabang olahraga yang akan digelar di Asian Games, Menpora akan secepatnya melakukan komunikasi dengan Komite Olimpiade Asia (OCA). Ia mengatakan, akan melakukan pertemuan segera pada akhir Maret nanti.

"Kami secepatnya akan melakukan komunikasi dengan OCA bahwa kami tidak siap untuk melaksanakan sebanyak 42 cabor, sebelum tanggal 29 Maret mendatang kami akan bernegosiasi kembali dengan OCA. Kami harap beberapa cabor yang dikurangi nantinya tidak mengubah rencana kita untuk pencapaian target 8 hingga 10 besar," ujar Imam Nahrawi di Graha Kemenpora, Rabu (15/3/2017). 
 
Pada rapat tadi, Wapres juga meminta Inasgoc dan Kemenpora untuk melaksanakan prinsip efisiensi dalam penyelenggaraan dan persiapan prestasi Asian Games 2018. Menpora mengatakan, Wapres bakal melakukan percepatan beberapa regulasi yang dinilainya berjalan lamban.

Baca: Jusuf Kalla: Asian Games 2018 Perlu Penghematan dan tidak Jor-joran


"Dalam penyelenggaraannya sendiri, Wapres menekankan bahwa harus ada soal-soal di belakang yang harus disiapkan sejak awal dan dipersiapkan dengan baik dan rapih. Beliau juga akan melakukan percepatan terhadap regulasi yang mungkin masih dinilai lambat seperti pengadaan barang dan jasa maupun tentang pencairan anggaran dari Kemenkeu," sambung Menpora.

"Pak Wapres menginginkan anggaran penyelenggaraan tidak melebihi saat Asian Games yang di gelar di Incheon, Korea 2014. Ini adalah arahan dari Ketua Pengarah Asian Games 2018 maka kami harus laksanakan hal itu," tambahnya.
 
Menpora menyampaikan jika tahun 2017 Kemenpora telah anggarkan Rp500 miliar untuk Inasgoc dan jumlah yang sama untuk Satlak Prima, jadi dari pemerintah baru Rp1 triliun. Dalam hal efisiensi anggaran beberapa pos-pos akan dimaksimalkan Kemenpora bersama Inasgoc.

Baca: Hasil Pertemuan Wapres dengan Menpora soal Asian Games 2018


"Ya Kemenpora dan Inasgoc sesuai arahan Ketua Pengarah Asian Games 2018 harus melihat program-program apa yang dinilai bisa dilaksanakan kementerian/lembaga sesuai perintah Presiden dan harus sinkron dengan keinginan Inasgoc. Beberapa pos-pos itu misalnya di promosi, IT, dan pemanfaatan kementerian/lembaga lainnya," katanya.

Ia mencontohkan untuk pos publikasi, komunikasi dan informasi dapat memanfaatkan anggaran yang ada di Kominfo. Demikian juga untuk pengamanan dapat dilaksanakan oleh Kapolri dan seterusnya.

Video: Wapres JK: Asian Games 2018 Harus Efisien
 


(ASM)