Hasil Pertemuan Wapres dengan Menpora soal Asian Games 2018

Rendy Renuki H    •    15 Maret 2017 16:44 WIB
asian games 2018
Hasil Pertemuan Wapres dengan Menpora soal Asian Games 2018
Wapres Jusuf Kalla (tengah) bersama Menpora Imam Nahrawi (Kanan) dan Menko PMK Puan Maharani (Kiri). (Foto: Mtvn/ Rendy Renuki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengapresiasi perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam persiapan Asian Games 2018. Menpora senang karena Wapres yang menjadi Ketua Tim Pengarah Asian Games menyempatkan waktu datang ke kantor Kemenpora untuk menggelar rapat tertutup di lantai 3 Graha Kemenpora, Rabu 15 Maret.

"Pertama kali dalam sejarah Wapres hadir langsung ke Kemenpora memantau persiapan penyelenggaraan Asian Games," ujar Menpora.

Baca juga: Ada Sentuhan Warna Feminin di Mobil Force India
 
Salah satu hasil dari pertemuan itu adalah menekankan keberadaan pelatih dan wasit bersertifikasi. Pendidikan atlet juga menjadi fokus Menpora. Nantinya, ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Sertifikasi bagi wasit dan pelatih juga penting untuk pencapaian prestasi. Demikian pula dengan pendidikan atlet yang perlu menjadi perhatian. Sebab banyak atlet yang belum bisa menyelesaikan jadwal sekolah atau kuliah. Saya akan berkoordinasi dengan Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Hal itu telah disetujui oleh Wapres," tambahnya.

Baca juga: Nadal vs Federer: Final Kepagian di Indian Wells
 

Menpora punya beberapa langkah untuk meraih sukses. Pertama adalah manajemen pembinaan atlet, melakukan penataan jalur karier atlet dengan mengaktifkan kembali skuat PRIMA Pratama, bersumber dari PPLP, SKO, dan klub-klub olahraga, serta sebagai pelapis setiap dua tahun sekali direkrut 300 atlet muda potensial berbakat.

Langkah kedua adalah intensifikasi kepelatihan performa tinggi. Langkah ketiga, intensifikasi manajemen prestasi Satlak PRIMA melalui program pelatihan dan pembinaan ditahun 2017, try out maksimal empat kali, dan program Overseas Training Camp di luar negeri.

Langkah keempat yakni secara bertahap menciptakan lingkungan keunggulan (High Performance Envronment) di sentra-sentra kepelatihan pelatnas cabor dengan standar internasional.





(HIL)