PON 2016 Cabang Sepatu Roda

Ketua PB Perserosi Bantah Intervensi pada Pertandingan Sepatu Roda PON 2016

Rendy Renuki H    •    28 September 2016 23:59 WIB
pon 2016
Ketua PB Perserosi Bantah Intervensi pada Pertandingan Sepatu Roda PON 2016
Cabang olahraga Sepatu Roda dinilai paling buruk penyelenggaraannya di PON Jabar 2016 (Foto: Roni Kurniawan/Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Perserosi), Danny Buldansyah membantah kabar intervensi dirinya pada pertandingan cabang sepatu roda Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Ia membantah tudingan sejumlah pihak yang mengatakan dirinya turut campur tangan pada keputusan diskualifikasi dua nomor pertandingan sepatu roda yang membuat Jabar gagal meraih satu pun medali emas.

Seperti diketahui, Tim sepatu roda Jabar gagal meraih medali karena didiskualifikasi oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pada final nomor 5.000 meter relay putri dan  nomor 15.000 meter relay putra di GOR Saparua, Bandung, Sabtu 24 September lalu.

Danny mengakui dirinya mendapat tuduhan campur tangan terhadap keputusan diskualifikasi tersebut yang dilontarkan Ketua Panpel Erry Sudrajat dan pelatih tim sepatu roda Jabar Andre Sudrajat.

"Andre (pelatih sepatu roda Jabar) bilang ada intervensi dari saya selaku ketua PB Perserosi untuk mendiskualifikasi. Sebelutnya itu tidak ada sama sekali, saya tidak pernah memerintahkan untuk mendiskualifikasi, dan yang menandatangani diskualifikasi itu juga Ketua Panpel," ujar Danny kepada Metrotvnews.com lewat sambungan telepon, Rabu (28/9/2016).

(Baca: Panpel Cabor Sepatu Roda Sesalkan Intervensi dari Ketum PB Perserosi)

"Memang itu petugas lapangan yang menduskualifikasi dan disetujui oleh Ketua Panpel. Saya rasa kalau memang kontingen Jawa Barat tidak setuju dengan hasil diskualifikasi itu, mereka bisa melayangkan protes secara resmi. Nyatanya mereka tidak melayangkan protes," sambung Danny.

"Saya sebagai Ketua PB Perserosi tidak punya wewenang apa pun untuk melakukan diskualifikasi. Saya ada di tempat sebagai ketua PB yang memantau berjalannya pertandingan. Tapi untuk keputusan diskualifikasi sama sekali tidak ada campur tangan saya, dan yang mengeluarkan diskualifikasi itu adalah panitia pelaksana," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panpel sepatu roda Erry Sudrajat sempat mengatakan Danny tidak boleh sewenang-wenang menjadi Ketua Umum PB Perserosi.

"Seharusnya ia tidak bisa sewenang-wenang mengatur kita. Tidak bisa kita diperlakukan seperti itu. ‎Karena kita sudah mempersiapkan pertandingan ini jauh-jauh hari. Sementara dia datang ingin menjadi pahlawan kesiangan," ujarnya Minggu (25/9/2016) lalu.

Senada dengan Erry, pelatih tim sepatu roda Jabar, Andre Sudrajat pun mengklaim jika Ketum PB Perserosi turut campur tangan dalam keputusan diskualifikasi tersebut. 

"Semua masyarakat, penonton, dan semua Provinsi yang pasti sudah tahu kalau kita yang juara satu. Tapi kita malah didiskualifikasi tanpa ada penjelasan. Dan saya dengar juga katanya hasil didiskualifikasi ini dikarenakan ada campur tangan dan intruksi dari Ketua PB Perserosi. Tentunya kita sangat kecewa," ujar Andre.

Danny pun sempat mengatakan keputusan diskualifikasi tim sepatu roda Jabar merupakan hal wajar. Pasalnya, menurut Danny tim putri Jabar melakukan beberapa pelanggaran saat pertandingan berlangsung.

"Ada dua peringatan disini dan satu pelanggaran (technical foul). Jelas itu yang mengakibatkan didiskualifikasi. Dua peringatan sudah dibidikkan, terus yang ketiga menghalangi lawannya sehingga hampir jatuh. Tiga hal itu sudah cukup menjadi dasar kami untuk mendiskualifikasi mereka," kata Danny, dalam komentarnya pada Sabtu (24/9/2016) lalu.

Video: Tuan Rumah PON Jabar Bertahan di Puncak Klasemen Perolehan Medali

 


(REN)