Cinta Indonesia Open (CIO) 2017

Tumbuhkan Kecintaan Berkuda Lewat CIO 2017

Kautsar Halim    •    30 Oktober 2017 18:07 WIB
olahraga
Tumbuhkan Kecintaan Berkuda Lewat CIO 2017
Tema turnamen Cinta Indonesia Open 2017. (Foto: MTVN/Kautsar)

Metrotvnews.com, Tangerang: Equistrian identik sebagai olahraga mahal yang hanya bisa dinikmati masyarakat kalangan menengah ke atas. Namun, lain halnya dengan di Indonesia karena turnamen berkuda terbesar se-Tanah Air pun dibuka untuk umum dan bisa dinikmati siapa saja secara gratis.

Turnamen equistrian terbesar se-Indonesia yang dimaksud adalah Cinta Indonesia Open (CIO) 2017. Event tahunan itu konsisten terselenggara sejak 2007 dan masih terus mengalami peningkatan jumlah peserta dan pengunjung. Tahun ini saja, terdapat 500 riders dan 95 kuda yang ikut berkompetisi.

Rangkaian acara CIO 2017 sudah dimulai dengan menggelar coaching clinic dan berbagai pertunjukan berkuda pada Sabtu 28 Oktober. Event puncaknya yang mempertandingan para riders terbaik Indonesia baru diadakan pada Minggu 30 Oktober.


Klik: Atlet Nasional Asah Kemampuan Menuju Asian Games di CIO 2017


Berbeda dengan sepak bola atau bulu tangkis, equistrian atau cabang olahraga berkuda lainnya memang kurang begitu favorit di mata masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tak heran jika perkembangannya  cukup lambat dan prestasi para atletnya tidak terlalu mentereng.

Triwatty Marciano selaku President of Event CIO 2017 memang tidak memungkiri jika antusiasme masyarakat terhadap olahraga berkuda masih sedikit. Namun, ia tidak menyerah dan punya trik khusus agar event yang dipeloporinya itu bisa makin berkembang dari tahun ke tahun.


Klik: Fakta Menarik di Balik Gelar Juara Dunia Hamilton


Para pengunjung tidak hanya disuguhkan penampilan apik para atlet berkuda nasional di ajang CIO 2017. Akan tetapi, mereka juga bisa berjalan-jalan di kompleks APM Equistrian Centre yang dilengkapi dengan lokasi peternakan kuda, kandang kuda poni, serta arena bermain  anak-anak. Menariknya, semua itu bisa dilakukan secara gratis atau tidak dipungut biaya.

"Kalau di luar negeri, event seperti ini bayarnya mahal. Tapi, kalau di sini benar-benar terbuka bebas untuk masyarakat. Itu memang sengaja kami lakukan untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga berkuda," ujar Triwatty dalam jumpa pers CIO 2017 di APM Equistrian Centre, Tangerang, Banten, Minggu (29/10/2017).

Suasana tribun penonton CIO 2017 di APM Equistrian Centre. (Foto: MTVN/Kautsar)


CIO 2017 yang mengusung tema 'When Education Meets Sport' diselenggarakan oleh tim Adria Pratama Mulya (APM). Sambil menggelar turnamen, pihak panitia juga turut mengenalkan bahwa Indonesia punya satu-satunya sekolah khusus yang mengajarkan berbagai ilmu berkuda, yakni Yayasan SMA Adria Pratama Mulya (APM).

"Meski memiliki intrakurikuler equistrian, sekolah ini tetap menggunakan kurikulum pada umumnya. Kemudian bukan hanya berkuda saja yang bisa didapat di sini. Tetapi, para murid juga diajarkan cara pengembangbiakan kuda serta menjadi juri atau ofisial event equistrian yang sangat menjanjikan bagi masa depan," pungkas Triwatty yang juga pemilik Yayasan SMA Adria Pratama Mulya (APM).

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan olahraga berkuda Tanah Air dinaungi oleh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi). Beberapa di antaranya seputar pengembangbiakan kuda, cabang olahraga equistrian, polo, dan pacuan kuda. Beberapa saat lagi, Pordasi juga bakal memasukkan Berkuda Memanah sebagai salah satu disiplin yang mereka naungi.

 


(ACF)