Sukmalindo 2016

Pentingnya Pendidikan Tinggi bagi Atlet Indonesia

Krisna Octavianus    •    26 September 2016 14:56 WIB
olahraga
Pentingnya Pendidikan Tinggi bagi Atlet Indonesia
Prof Intan Ahmada (kanan) saat menerima cinderamata mata dari perwakilan Malaysia (Foto: MTVN/Krisna Octavianus Dwiputra)

Metrotvnews.com, Kuala Terengganu: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong atlet Indonesia untuk memiliki pendidikan yang tinggi. Hal itu dikatakan oleh Direktorat Jenderal Dikti, Prof Intan Ahmad di sela-sela acara Sukan Malaysia-Indonesia (Sukmalindo) 2016 yang berlangsung pada 22-25 September.

Beberapa mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang Sukmalindo 2016 di Kuala Terengganu, Malaysia. Sebagai informasi, Sukmalindo adalah ajang persahabatan olahraga mahasiswa Malaysia dan Indonesia. Pertama kali Sukmalindo dihelat pada 2008 dan ini menjadi perhelatan kesembilan.

Prof Intan Ahmad mengaku, bukan tidak mungkin akan ada atlet hebat dengan wawasan yang baik datang dari para mahasiswa. Ia juga menyebut, pendidikan penting karena karier sebagai atlet tidak lama. Jika memiliki pendidikan yang tinggi, para atlet yang nantinya pensiun akan mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

(BACA: Tim Futsal Mahasiswa Indonesia Pecundangi Malaysia)

"Kalau tidak mempunyai pendidikan yang baik, jika masa selesai sebagai olahragawan, maka ia akan susah dapat pekerjaan yang baik. Tapi kalau ia punya pendidikan yang bagus dan menjadi seorang olahragawan, maka seseorang itu punya nilai tambah," ujar Prof Intan Ahmad kepada Metrotvnews.com, Minggu (25/9/2016).

"Kalau di negara maju, tidak sedikit atlet-atlet lahir dari kampus-kampus ternama dan hebat. Jadi saya pikir, semua harus pandai-pandai mengatur waktu antara olahraga dan belajar. Tapi kalau keduanya bisa dilakukan dengan baik, maka mahasiswa yang punya prestasi olahraga punya jiwa sportivitas yang baik dan bisa bersaing nantinya di dunia kerja," lanjutnya.

Sukmalindo diinisiasi oleh Dikti dari kedua negara untuk mencari bibit atlet hebat dari kalangan mahasiswa. Meski berstatus sebagai atlet, mereka tetap memerhatikan pendidikan sebagai hal yang utama. Melihat hal itu, Dikti mendorong para atlet untuk memiliki pendidikan setingi-tingginya.

"Prestasi penting, kita ketahui prestasi olahraga Indonesia kurang baik. Kalau ada atlet dari mahasiswa, maka itu bisa membantu. Kami mengharapkan, kampus-kampus memberikan fasilitas dan kegiatan-kegiatan olahraga melalui unit-unit olahraga yang ada," sambungnya. 

"Saya mengajak mahasiswa, memang mahasiswa perlu lulus dengan nilai baik dan tepat waktu, tapi pada waktu bersamaan harus diisi dengan kegiatan olahraga. Apalagi sampai bertanding, kita bisa mengembangkan kehidupan sosial dan lagi-lagi mereka bisa mendapatkan kemudahan jika olahraga dan prestasi akademik berjalan beriringan," tegas pria yang ternyata adalah atlet karate sewaktu mahasiswa itu.

(BACA: Dramatis, Tim Voli Putri Indonesia Bungkam Malaysia)

Menurut pria yang mengambil gelar Doktor di Amerika Serikat itu, olahraga bisa menanamkan jiwa sportivitas di benak mahasiswa. Jadi nantinya, para mahasiswa yang juga adalah atlet kelak bisa menjadi pemimpin yang baik karena sudah lebih dulu ditempa dalam dunia olahraga.

 


(ASM)