Asian Games 2018

Keuntungan di Balik Cabor yang tak Dipertandingkan di SEA Games 2017

A. Firdaus    •    19 September 2017 23:36 WIB
kemenporaasian games 2018
Keuntungan di Balik Cabor yang tak Dipertandingkan di SEA Games 2017
Kedua dari kiri: Imam Sentosa Hernawi (Perwakilan Kementerian PU PERA), Menpora Imam Nahrawi, atlet peraih emas SEA Games Agus Prayogo, dan Ketua INASGOC Erick Thohir, serta pemerhati olahraga Ian Situmorang-MTVN/A.Firdaus

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membenarkan kalau SEA Games 2017 lalu menjadi tolok ukur sejauhmana kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Hal itu ia sampaikan ketika mengikuti diskusi dengan tema 'Semangat Menuju Asian Games 2018', yang dihadiri Ketua INASGOC Erick Thohir, Perwakilan Kementerian PU PERA, atlet peraih emas SEA Games, Agus Prayogo, dan pemerhati olahraga Ian Situmorang.

"Ajang SEA games kemarin bagi sebagian orang sebagai ajang tolak ukur pencapaian dan mengukur prestasi di Asian Games. Saya katakan itu memang benar," ujar Imam Nahrawi.

Baca juga: Satlak Prima Tetapkan Kriteria Atlet Pelatnas Asian Games 2018

"Tetapi juga saya katakan di forum ini bahwa ajang SEA Games adalah betul-betul sebagai pintu masuk secara total, untuk kita menyiapkan diri menuju Asian Games," kata Imam.

Menpora menambahkan kalau pada SEA Games di Kuala Lumpur lalu, sebenarnya masih banyak cabang olahraga yang tak dimainkan. Terutama cabor berpotensi emas untuk Indonesia.

Bagi Menpora, hal itu wajar terjadi karena peran dan hak sebagai tuan rumah. Tapi di sisi lain, menurut Menpora masih ada keuntungan dari kebijakan Malaysia tak memainkan cabor potensial emas untuk Indonesia.

"SEA Games memang berbeda dengan Asian Games. SEA Games merupakan momen yang memungkinan bagi tuan rumah untuk berbicara apa saja, untuk mengatakan apa saja, termasuk dengan menentukan cabang olahraga apa saja yang dipertandingkan," jelasnya

Baca juga: Indonesia Terus Dikuntit Malaysia, Vietnam Geser Thailand

"Banyak cabang olahraga potensial emas kita miliki tidak dimainkan di sana. Di sisi lain kita cukup beruntung sebenarnya, karena negara-negara ASEAN belum melihat atau memahami terhadap cabor potensial emas," tegasnya.

Pada SEA Games lalu, menurut Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto ada 28 cabor berpotensi emas untuk Indonesia yang tidak dipertandingkam di SEA Games Kuala Lumpur. Hal itu yang menjadi faktor kemerosotan perolehan Indonesia yang hanya mendapatkan 38 keping medali emas.

Video: INASGOC Buka Pendaftaran Online Volunteer Asian Games 2018
 


(RIZ)