Tiket.com Kudus Relay Maraton (TKRM)

Tercepat di 10K TKRM, Atlet NTT Ini justru Menyesal

A. Firdaus    •    21 Oktober 2018 18:34 WIB
lomba larilomba lari 10k
Tercepat di 10K TKRM, Atlet NTT Ini justru Menyesal
Lamek Yunias Banu. (Foto: Medcom.id/Firdaus)

Kudus: Lamek Yunias Banu menyimpan sesal selepas kejuaraan tiket.com Kudus Relay Maraton (TKRM), Minggu 21 Oktober. Padahal atlet asal Nusa Tenggara Timur itu berhasil menjadi yang tercepat pada kategori 10k.

Lamek menyesalkan dirinya terlambat mendaftar untuk kategori Half Maraton TKRM yang menempuh jarak 21 km. Itu karena animo peserta yang besar dalam mendaftar lomba TKRM. Terutama di kategori Half Maraton.

Klik: Hidup Sehat Lewat Sepeda Nusantara Etape Manakarra

Padahal Lamek merupakan atlet spesialis maraton. Sementara untuk relay maraton ia tak bisa mengikutinya, karena ia datang sendiri. Tak mau ketinggalan dengan acara perdana yang digelar tiket.com ini, maka Lamek mendaftar di kategori 10K.

"Saya terlambat mendaftar untuk kategori half maraton. Slotnya sudah habis makanya saya ikut yang 10K. Alhasil untuk persaingan, lawan-lawan saya tak datang. Memang tadi ada satu dari Blora tapi saya masih bisa ungguli dia," ujar Lamek usai lomba.

Klik: Kadispora Cup 2018 Bantu Regenerasi Atlet Bola Basket Tanah Air

Bagi Lamek, tak ada yang sia-sia dalam hidup ini. Dia tetap melakukan yang terbaik meski tak turun di kategori spesialisnya. Alhasil, Lamek berhasil menjuarai kategori 10K dengan catatan waktu 35 menit 32 detik.

"Best time saya kalau di 10K, 32 menit 23 detik. Itu saya raih saat lomba 10K di Timor Leste pada 2014," terang Lamek.

Selain itu, kejuaraan TKRM ini juga dijadikan Lamek sebagai persiapan PON 2020. Sebab, dia juga tergabung sebagai atlet yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah PASI.

Meski atlet Pelatda, Lamek datang ke Kudus dengan biaya sendiri. Sebab mengikuti lomba lari merupakan inisiatif dirinya sendiri demi bisa menambah jam terbang.

"Lomba 10k ini juga bisa menjadi ajang persiapan mengikuti Lombok TNI Maraton. Jadi ini hanya jadi ajang uji coba untuk maraton. Selain itu saya juga berharap bisa memperkuat NTT dan meraih medali di PON 2020.

Tahun depan, Lamek berharap TKRM bisa diadakan lagi. Tentunya dengan kemasan yang lebih baik dari sebelumnya.

"Kesan saya semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dari ini. Treknya bagus. Kalau dibandingkan dengan 10k lain, itu tergantung dari panitia yang membuat rute," tutup Lamek.




(KAU)