Menpora Mengimbau Nama Istora tak Diganti

Kautsar Halim    •    11 Mei 2018 17:03 WIB
olahragakemenpora
Menpora Mengimbau Nama Istora tak Diganti
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, meminta nama Istora tetap tercantum dalam rencana kerja sama Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) dengan pihak ketiga. Itu ia inginkan karena nama Istora merupakan warisan negara.

"Ya harus ada Istora-nya lah. Istora itu adalah warisan. Seperti di Palembang, nama arena tetap ada nama Jakabaring," kata Menpora  setelah memberikan sambutan pelepasan siswa-siswa lulusan diklat SKO Ragunan di Jakarta, Jumat (11/5/2018).
 

Klik: Dovizioso Lupakan Tabrakan di Jerez dan Ngebet Ingin Kembali Balapan


Namun, Menpora menjelaskan pengubahan nama Kompleks GBK menjadi wewenang PPK-GBK. Pasalnya, PPK-GBK merupakan lembaga yang bekerja di bawah Sekretariat Negara atau bukan Kemenpora.

"Silakan dikelola dengan profesional. Itu adalah warisan yang patut dijaga dan dikelola, apalagi ada nama Bung Karno di sana," tutur Menpora.

Menpora menekankan, pemanfaatan Kompleks GBK sebagai arena pengembangan prestasi jangan hanya ketika menyambut Asian Games saja. Menurutnya, pemanfaatan Kompleks GBK harus konsisten dilakukan hingga di masa mendatang.

"Sebagaimana pesan Presiden, GBK harus dimanfaatkan untuk melahirkan prestasi-prestasi baru," kata Menpora.


Klik: Scott Redding Takut Kehabisan Waktu di Aprilia


PPK-GBK memang sedang mempertimbangkan penggantian nama Kompleks GBK menyusul adanya klaim penggantian Stadion Istora dari pihak ketiga. Kabarnya, nama Istora akan diubah menjadi Blibli Arena.

"Sampai sekarang, kami belum memutuskan apapun dan akan mempertimbangkan penamaan yang lebih dapat diterima publik," kata Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPK-GBK, Gatot Tetuko.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Gatot, sejumlah arena di komplek GBK mampu menarik minat sponsor untuk turut mempunyai hak penamaan arena. Jadi, bukan hanya Stadion Istora saja yang namanya bisa diubah.

"Penamaan arena adalah hal yang lumrah baik di dalam maupun luar negeri. Mungkin tidak biasa karena GBK adalah aset negara dan kita sudah menjelang Asian Games," tutup Gatot. (ANT)

 


(KAU)