Jelang Asian Games 2018

Asian Games Harus Diawasi

Media Indonesia    •    11 Oktober 2016 12:40 WIB
asian games 2018
Asian Games Harus Diawasi
Menpora Imam Nahrawi (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (kiri) menyaksikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kedua kiri) menyerahkan Logo Asian Games Ke-18 Tahun 2018. (Foto: Ant/Widodo S Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak ada satu pun negara penyelenggara sebuah multiajang yang tidak ingin menuai kesuksesan, termasuk Indonesia.

Penyelenggaraan Asian Games Jakarta - Palembang 2018 harus memenuhi beberapa kriteria kesuksesan, yaitu soal prestasi, administrasi, dan penyelenggaraan.

Hal itu bertujuan agar tidak ada kasus hukum yang membelit penyelenggaraan multiajang empat tahunan yang rencananya akan dihelat pada 18 Agustus-2 September 2018.

Karena itu, Komisi X DPR meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) untuk menghitung secara cermat dana yang akan digunakan untuk menyelenggarakan Asian Games 2018, terutama dana untuk tahun jamak yang mulai dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

"Ada beberapa catatan dari Komisi X mengenai penggunaan dana Asian Games 2018 sebelumnya. Karena itu, kami meminta BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Kami ingin ada yang diperbaiki karena mulai 2017 - 2018 ada dana triliunan rupiah yang dipakai untuk Asian Games 2018," kata Ketua Komisi X DPR, Teuku Riefky Harsya, seusai rapat kerja dengan Kemenpora dan KOI di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.


Baca: Cabang Olahraga Asian Games 2018 Berpotensi Ditambah 


Ketua KOI, Erick Thohir, yang juga Ketua Inasgoc, mengungkapkan upaya untuk mencapai kesuksesan prestasi sudah dilakukan pihaknya bersama dengan pemerintah.

Salah satunya ialah dengan memasukkan BPK dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) dalam Keputusan Presiden tentang Asian Games 2018.

"Kita juga bertemu dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk mengatur pertemuan sistem mana yang baik. Presiden juga menjadwalkan rapat terbatas Asian Games 2018 membahas Peraturan Presiden (Perpres) Asian Games 2018. Dengan Menteri Keuangan juga kita sudah atur pertemuan untuk mengatur sistem penganggaran Asian Games 2018," kata Erick.

Berdasarkan perhitungan KOI, penyelenggaraan Asian Games 2018 membutuhkan dana sekitar Rp8,654 triliun. Dana itu berguna untuk persiapan hingga pasca-Asian Games 2018.

Baca: Menpora Pastikan Bonus Olimpiade dan Paralimpiade Cair Bulan Ini 


Dari jumlah tersebut, Rp2,5 triliun di antaranya, menurut Erick, berasal dari sponsor. KOI dan Inasgoc masih menunggu keputusan pemerintah soal dana yang bisa disiapkan.

"Pertemuan Komite Koordinasi (Corcom) V Asian Games November nanti juga akan membahas keuangan karena OCA (Dewan Olimpiade Asia) ingin mengetahui dana yang bisa disiapkan Indonesia," ujar Erick.

Kebijakan baru

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan sampai saat ini Kementerian Keuangan memberikan pagu indikatif sebesar Rp2,7 triliun untuk penyelenggaraan Asian Games 2018.

Jika KOI mengajukan dana Rp4 triliun-Rp6 triliun, artinya kebijakan baru dibutuhkan.

"Kami akan mendorong Kemenkeu karena kami baru mendapatkan pagu indikatif Rp2,7 triliun. Kalau ada permintaan Inasgoc, berarti harus ada kebijakan baru," kata Imam.

Soal dana yang diajukan untuk tahun jamak (multiyear), Imam menegaskan diperlukan adanya pengawalan.

Video: 18 tim bersaing di kejuaraan Liong dan Barongsai Tafisa Games 2016 



(ASM)