Asian Games 2018

Tujuh Atlet Bisbol Kaltim Ikut Seleksi Timnas Asian Games

   •    07 November 2016 19:32 WIB
olahraga
Tujuh Atlet Bisbol Kaltim Ikut Seleksi Timnas Asian Games
Ilustrasi (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Samarinda: Sebanyak tujuh atlet bisbol Kalimantan Timur mendapat panggilan mengikuti seleksi nasional untuk persiapan pembentukan tim nasional untuk Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Pelatih bisbol Kaltim Izrulsyah Efendi di Samarinda, Senin 7 November 2016, mengatakan ketujuh atlet yang mengikuti seleknas adalah Yudi, Faturahman, Hasruddin, Dariola, Ivan Paleho, Rigoberto, dan Chaerul Anwar.

"Mereka merupakan para pemain tim bisbol Kaltim pada PON (Pekan Olahraga Nasional) 2016 di Jawa Barat. Kami bersyukur meski tim Kaltim gagal meraih medali, namun atlet-atlet potensial Kaltim masih mendapatkan tempat di nasional," jelas Fendi, sapaan akrabnya.

Fendi mengatakan Pengurus Provinsi Persatuan Bisbol dan Sofbol Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kaltim telah menerima surat resmi dari PB Perbasasi terkait pemanggilan tujuh atlet tersebut.

"Seleksi rencananya dilaksanakan awal tahun 2017 dengan menjaring sejumlah atlet potensial dari berbagai daerah," ujarnya.

Mengingat masih lamanya jadwal seleksi, Fendi mengingatkan kepada para atlet yang masuk nominasi untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena banyak pesaing dari daerah lainnya siap menjadi rival untuk memperebutkan tiket pelatnas Asian Games. Sabet Gelar Paris Masters, Murray Geser Novak Djokovic

"Peluang atlet Kaltim terbuka lebar, tinggal caranya mereka menyiapkan diri, karena daerah lain juga kuat dan atletnya bagus-bagus. Semoga mereka mendapatkan pengalaman berharga dari seleknas nanti," ucapnya.

Ia mengakui kegiatan bisbol Kaltim sepi aktivitas, karena tidak ada agenda kejuaraan ataupun turnamen yang diikuti hingga akhir 2016.

Pada sisi lain, lanjut Fendi, anggaran bantuan cabang olahraga dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim juga minim selepas pelaksanaan PON 2016.

"Sebenarnya dalam waktu dekat ada kejuaraan di Bandung, tapi kemungkinan kami tidak ikut karena anggaran yang tidak ada," jelasnya.

Minimnya anggaran turut berdampak pada keberlanjutan program pembinaan bisbol di sekolah-sekolah, lantaran tidak memiliki peralatan yang cukup. Padahal program tersebut sangat bermanfaat untuk mencari bibit atlet baru.

Hingga kini, hanya Balikpapan yang masih bisa menjalankan program pembinaan bisbol ke SMP dan SMA, karena bagian dari Sekolah Khusus Olahraga Internasional Kaltim.(ant)

Video: Liverpool Lengserkan Chelsea dari Puncak Klasemen
 


(RIZ)