Asian Games 2018

Empat Poin Penting jika Indonesia Ingin Sukses di Asian Games 2018

A. Firdaus    •    19 September 2017 23:58 WIB
olahragaasian games 2018
Empat Poin Penting jika Indonesia Ingin Sukses di Asian Games 2018
Imam Sentosa Hernawi (Perwakilan Kementerian PU PERA), Menpora Imam Nahrawi, atlet peraih emas SEA Games Agus Prayogo, dan Ketua INASGOC Erick Thohir, dan pemerhati olahraga Ian Situmorang.-MTVN/A.Firdaus

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelaran Asian Games 2018 Indonesia, tinggal hitungan bulan. INASGOC selaku panitia pelaksana terus menghadapi tantangan. Beberapa catatan penting menjadi tantangan buat INASGOC untuk bisa diselesaikan secara rapi dan sukses pada saat penyelenggaraan olahraga se-Asia itu digelar di Jakarta dan Palembang.

Ketua INASGOC Erick Thohir mengaku ada empat poin besar yang harus dihadapinya. Mulai dari opening ceremony yang dianggap cermin sukses atau tidaknya penyelenggaraan, hingga soal kesiapan test event.

"Gelaran Asian Games sama juga Olimpiade yang merupakan gelaran sebuah negara. Sebab di sini dikaitkan juga tentang ekonomi, pariwisata dan budaya sebuah negara. Opening harus bagus. Kalau upacara pembukaannya jelek, pesan dari gelaran itu takkan sampai. Opening sangat penting dalam sebuah penyelenggaraan," ujar Erick.

Baca juga: Satlak Prima Tetapkan Kriteria Atlet Pelatnas Asian Games 2018

"Yang kedua broadcast harus siap. Untuk pertama kalinya gelaran Asian Games akan disiarkan di Amerika Latin dengan 16 negara. Ternyata banyak juga penduduk Jepang di Brasil dan juga banyak penduduk-penduduk Asia yang imigrasi ke sana. Kalau siaran kita tidak standar internasional, kalau kualitasnya tidak terjamin, nanti juga penyiarannya tidak maksimal," terang Erick.

Erick menambahkan, saat siaran langsung Asian Games di Incheon, Korea Selatan lalu, sebanyak 61-62 pertandingan olahraga wajib disiarkan. Akan ada penurunan jumlah penayangan saat Asian Games digelar di Indonesia, yang hanya menayangkan siaran langsung sebanyak 41-42 pertandingan.

"Bisa dibilang jadi lebih rendah daripada Asian Games di Korea lalu. Untungnya disetujui Olympic Council of Asia (OCA)," jelas Erick.

Baca juga: Keuntungan di Balik Cabor yang tak Dipertandingkan di SEA Games 2017

"Ketiga, tantangan ada di bidang teknologi. Itu semua terkait dengan data lainnya, saat pertandingan skor harus real time. Sedangkan yang terakhir adalah urusan pelaksanaan olahraganya. Bukan soal target prestasi, tapi INASGOC harus memastikan fasilitas saat pertandingan juga tim medis yang ada. Kebutuhan lain pun harus dipenuhi. Setelah countdown berikutnya akan ada test event," tegas Erick.

Test event hingga kini sudah dilakukan 12 cabor. Beberapa cabor yang sudah melakukan test event adalah panjat tebing dan squash. Sedangkan test event terbesar dan terbanyak akan dilakukan pada Februari 2018 mendatang.

Video: INASGOC Buka Pendaftaran Online Volunteer Asian Games 2018
 


(RIZ)