Jelang Asian Games 2018

Biaya Penyiaran Asian Games 2018 Mencapai Rp800 Miliar

Patrick Pinaria    •    09 November 2017 12:13 WIB
asian games 2018
Biaya Penyiaran Asian Games 2018 Mencapai Rp800 Miliar
Direktur Broadcast INASGOC Linda Wahyudi. (Foto: MTVN/Patrick Pinaria)

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) memastikan akan ada 38 cabang olahraga disiarkan langsung di televisi. Tak tanggung-tanggung, mereka harus mengeluarkan dana sebesar Rp800 miliar untuk memproduksi siaran langsung tersebut.

Menurut Direktur Broadcast INASGOC Linda Wahyudi, total biaya pengeluaran produksi siaran langsung tersebut wajar. Sebab, dibutuhkan peralatan-peralatan bagus yang dipasang di setiap arena perlombaan agar bisa menghasilkan siaran yang bagus. 

Ditambah lagi, mereka akan menyewa peralatan-peralatan dari sejumlah negara Eropa. Termasuk control room yang dipakai Rusia di Piala Dunia 2018.

"Biayanya memang cukup besar, yaitu sebesar Rp800 miliar. Kenapa butuh biaya besar? Untuk ongkos produksi satu cabor yang paling minim perlengkapan saja bisa menghabiskan USD350 ribu (sekitar Rp,4,7 miliar) dengan memasangkan minimal lima kamera," ujar Linda dalam acara diskusi INASGOC dengan tema Broadcast Management di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta, Rabu (8/11/2017).

"Memang mahal. Ini semua kami sewa bukan dari tetangga kita seperti Malaysia atau Singapura. Tetapi, kami menyewa peralatan dari London dan Prancis. Bahkan, peralatan control room kami akan menyewa dari Rusia. Kami akan menunggu peralatan itu setelah Piala Dunia digelar," tambahnya.

Baca: 38 Cabor Asian Games Bakal Disiarkan Secara Langsung


Pada kesempatan itu, Linda mengaku cabor balap sepeda menjadi cabor yang paling mahal untuk memproduksi siaran langsung. Setiap cabor membutuhkan USD1 juta atau sekitar Rp13,5 miliar.

"Cabor termahal itu maraton dan balap sepeda. Sebab, untuk satu produksi dari mereka membutuhkan USD1 juta," tutur Linda.

"Sementara itu biaya paling rendah membutuhkan sekitar USD350 ribu. Kalau biaya produksi siaran renang termasuk tinggi karena bisa mencapai USD700 ribu - USD800 ribu," tutupnya.

INASGOC menggandeng manajemen penyiaran asal Swiss, International Games and Broadcast Services (IGBS). Mereka akan bermitra dalam memproduksi siaran langsung.

Nantinya, siaran langsung tersebut akan ditayangkan dalam beberapa televisi dunia yang mendapat izin hak siar dari perusahaan penyiaran asal Jepang, Dentsu. Mereka ditunjuk oleh Olympic Council of Asia (OCA) untuk memegang hak siar Asian Games 2018.

Dentsu juga akan membagikan hak siar kepada perusahaan penyiaran asal Indonesia, PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Kemudian, Emtek akan membagikan hak siar kepada sejumlah televisi Tanah Air. Sebab, mereka hanya akan fokus pada cabor sepak bola dan bulu tangkis.

Video: Di Balik Kekompakan Greysia - Apriyani



(ASM)