Tour de Singkarak 2018

Pembalap Tour de Singkarak Nikmati Makan Bajamba di Istana Pagaruyung

Kautsar Halim    •    07 November 2018 06:33 WIB
olahragabalap sepedatour de singkarak
Pembalap Tour de Singkarak Nikmati Makan Bajamba di Istana Pagaruyung
Para pembalap TdS 2018 menikmati makan bajamba di Istana Pagaruyung-Medcom.id/Zam

Tanah Datar: Event Tour de Singkarak 2018 kental dengan promosi budaya Sumatra Barat. Salah satunya adalah dengan mengajak seluruh pembalap dan ofisial tim untuk makan bersama secara tradisional, atau disebut dengan istilah makan bajamba seusai Etape 3.

Etape 3 memiliki rute dari Kabupaten Solok menuju Kabupaten Tanah Datar menempuh jarak 150,4 kilometer. Startnya pukul 10.00 WIB di Dermaga Danau Singkarak, sambil dihiasi beragam kesenian daerah setempat yang menawan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, semua pembalap berhasil mencapai finis di depan Istana Basa Pagaruyung. Setelah beristirahat sejenak dan melakukan seremoni pemberian hadiah, mereka dan para ofisial digiring ke dalam istana untuk makan bajamba.

Baca juga: Pembalap Australia Kuasai Etape 3 Tour de Singkarak

Menurut Wikipedia, makan bajamba atau juga disebut makan barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama di dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan. Tradisi ini umumnya dilangsungkan di hari-hari besar agama Islam dan dalam berbagai upacara adat, pesta adat, dan pertemuan penting lainnya..

Secara harafiah makan bajamba mengandung makna yang sangat dalam, dimana tradisi makan bersama ini akan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.


Para pembalap dan ofisial tim mengenakan sarung sebelum memasuki Istana Basa Pagaruyung. (Foto: Medcom.id/Zam)

Menariknya, panitia menyiapkan sarung khas Minang sebagai aksesoris pelengkap jamuan makan bajamba. Menurut keterangan salah satu panitianya, sarung diberikan dan boleh dibawa pulang karena pesertanya mengenakan celana pendek.

Baca juga: Keindahan Danau Singkarak Hiasi Etape 3 TdS 2018

"Makan bajamba ini seperti jamuan makan bersama saja. Tapi spesialnya, mereka bisa menikmati hidangan di dalam istana yang penuh bersejarah ini. Sarung ini diberikan untuk menutupi aurat dan sekaligus mengenalkan budaya kami juga," ujar Ali, salah satu panitia yang bertugas membagi-bagikan sarung.

Arahan panitia untuk mengenakan sarung disambut baik seluruh pembalap dan ofisial. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berfoto ria sebelum memulai makan bajamba. Sayangnya, hidangan tersaji bukan makan khas Minang.

Beberapa waktu lalu, salah satu panitia sempat menjelaskan kepada Medcom.id bahwa para atlet yang bertanding sangat menjaga sekali asupan makanan untuk tubuhnya. Jadi, bukannya tidak ingin mengenalkan kuliner khas Minang.


Suasana makan bajamba di Istana Basa Pagaruyung. (Foto: Medcom.id/Zam)

Menu makan bajamba kali ini adalah ayam goreng tepung, sayuran seperti urab, kentang goreng dan telur rebus. Meski tidak bisa menikmati makanan khas Minang yang terkenal gurih, seluruh pembalap lahap menghabisi hidangan sambil duduk di lantai. 

Etape 3 TdS 2018 dimenangkan pembalap Australia Jesse Ewart, dari Sapura Cyling Team (Malaysia). Peringkat kedua diraih Edwin Arnulfo Parra Bustamante asal Kolombia, sedangkan finis ketiga disabet Nikodemus Holler dari Bike Aid Team.

Video: Masyarakat Antusias Sambut Piala AFF 2018
 


(RIZ)