Kemenpora

Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional Antar Menpora Raih Gelar S2

Rendy Renuki H    •    01 Agustus 2017 17:40 WIB
kemenpora
Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional Antar Menpora Raih Gelar S2
Menpora Imam Nahrawi (kiri) saat menjalani upacara wisuda S2 di Universitas Padjadjaran , Bandung (Foto: Dok. Kemenpora)

Metrotvnews.com, Bandung: Bangga dan bahagia. Itu raut yang terpancar dari sosok Menpora Imam Nahrawi usai mengikuti wisuda Program Studi Magister Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung, Selasa 1 Agustus pagi.

Tesis berjudul "Evaluasi Kebijakan Sistem Keolahragaan Nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Studi Kasus Pengelolaan Sepak Bola Nasional oleh Kemenpora dan PSSI)" mengantarkan Cak Imam meraih gelar S2.

Mengusung teori kebijakan ilmuwan dan profesor hubungan internasional asal AS, William N. Dunn, aspek pertama pembahasan tesisnya menyinggung belum tercapainya tujuan keolahragaan nasional dilihat dari aspek prestasi. Di mana peringkat FIFA Indonesia berada di posisi 175, dan masih banyak kejadian yang mencederai nilai moral, sportivitas, dan kedisiplinan.

Aspek kedua yang menjadi fokus tesisnya adalah efisiensi, di mana mempertanyakan usaha yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Serta aspek kecukupan yang menurutnya kebijakan Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dapat menjawab permasalahan keolahragaan khususnya pengelolaan sepak bola.
 

Baca: Menilik Catatan Lima Pembalap Teratas MotoGP di Sirkuit Brno


"Tesis ini menggambarkan saya harus mengevaluasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang diambil ketika melakukan upaya-upaya keolahragaan khususnya di bidang sepak bola. Saya meneliti apa yg terjadi di kantor kami (Kemenpora) dan saya sebagai peneliti harus independent melihat fakta-fakta di sana," ujar Imam.

"Saya menemukan celah kelemahan, dan dari kelemahan itu jadilah tesis saya. Dari tesis itu banyak yang harus ditindak lanjuti Kemenpora nantinya. Bahwa SKN itu harus ada turunannya, dan kebijakannya harus bersifat eksekusi dan tidak cukup mengandalkan Undang-undang SKN, peraturan-peraturan yang lebih detail dan teknis yang bisa dipahami oleh Keolahragaan kita," sambung Menpora.
 
Aspek perataan menjadi bahan tesis pria asal Bangkalan ini, yang menurutnya Kemenpora sudah memberikan bantuan, khususnya finansial pada organisasi keolahragaan terutama sepak bola. Responsivitas dan ketepatan menjadi aspek terakhir, di mana ia menyoroti pemerintah yang terlalu mencampuri urusan pengelolaan sepak bola yang dilaksanakan PSSI mengacu statuta FIFA.

Menpora yang didampingi istrinya Shobibah Rohmah menyampaikan rasa syukurnya bisa menyelesaikan pendidikan S2. Menpora yang mengambil Program Study Magister Kebijakan Publik, Fakultas FISIP Unpad berhasil menyelesaikan sidang tesisnya dengan predikat sangat memuaskan. 
 

Baca juga: Ferrari Indikasikan Vettel dan Raikkonen Bertahan


"Bahwa 19 tahun yang lalu saya di wisuda S1 dan sekarang ini sudah S2 di Unpad. Tesis saya menggambarkan bahwa saya harus mengevaluasi kebijakan pemerintah yang diambil ketika melakukan upaya-upaya terhadap olahraga khususnya di bidang sepak bola," ucap Menpora. 
 
"Saya merasa perubahan pada diri saya sekarang bahwa sesungguhnya kita tidak ada kata mundur dalam kondisi dan situasi apapun untuk terus menambah ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad bersabda tuntutlah ilmu sejak kita ada dalam kandungan ibu sampai kita kelak dipanggil Tuhan. Karena itu, saya mengajak kepada adik-adik ku sekalian khususnya S1 untuk melanjutkan ke S2. Saya juga tidak patah arang untuk melanjutkan ke S3," tutupnya. 
 
Cak Imam mengikuti upacara wisuda yang dipimpin oleh Rektor Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Tri Hanggono Achmad bersama lulusan lainnya sebanyak 2.370 orang, yang terdiri dari lulusan Program Diploma-III, Diploma IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis, Profesi, Magister dan Dokter.

Video: ?Tim Polo Air Putri Indonesia Masuki Program Pra Kompetisi
 


(ACF)