PON 2016 Jawa Barat

Sarana Olahraga Kriket di Indonesia Kurang Memadai

Roni Kurniawan    •    27 September 2016 10:56 WIB
pon 2016
Sarana Olahraga Kriket di Indonesia Kurang Memadai
Suasana pertandingan Kriket di ajang PON. (Foto: Mtvn/ Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat menghadirkan cabang olahraga baru yang dipertandingkan. Salah satunya yakni cabang olahraga kriket yang mungkin masih awam di telinga masyarakat Indonesia.

Namun, cabang olahraga kriket telah hadir di Indonesia sejak 30 tahun silam. Akan tetapi, baru dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini jenis olahraga yang berasal dari India tersebut mulai populer di kalangan masyarakat.

Bahkan kriket menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di ajang Sea Games 2017 dan Asian Games 2018 mendatang. Hal itu pun tentunya menjadi pekerjaan yang tak mudah bagi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) untuk memunculkan bibit-bibit atlet guna meraih prestasi di dua ajang tersebut.

Baca: Klasemen Sementara Perolehan Medali PON 2016 Hari ke-14


"Di Indonesia dalam 10 tahun terakhir kami melakukan sosialisasi ke sekolah sekolah, dari situlah muncul minat-minat untuk menggeluti olahraga kriket," ujar Wakil Ketua Umum PCI Abhiram Singh Yadav saat ditemui Metrotvnews.com di sela-sela laga final kriket putra antara Jawa Barat vs Bali di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (27/9/2016).

Namun diakui Abhiram, upaya untuk meraih prestasi di kedua ajang tersebut sangat berat. Pasalnya, hingga kini sarana dan prasarana untuk kemajuan cabor tersebut masih belum maksimal. Bahkan Indonesia hingga kini tidak mempunyai lapangan khusus untuk cabor kriket.

"Tapi kan untuk membangun olahraga itu kita butuh infrastruktur yang kuat. Saat ini kami belum punya lapangan khusus untuk kriket. Selama ini kami sewa lapangan biasa untuk bertanding," tuturnya.

Baca: Tim Futsal Putra Jawa Barat Sumbang Emas


Hal itu pun sangat disayangkan oleh pria berdarah India ini. Ia menilai, perhatian pemerintah terhadap kriket masih dipandang sebelah mata. Padahal, lapangan kriket merupakan hal yang dianggap penting untuk keberlangsungan cabor tersebut. Apalagi, Indonesia menjadi tuan rumah di ajang Asian Games 2018 mendatang yang mempertandingkan cabor kriket.

"Di suatu sisi harapan ada kepentingan karena kita akan jadi tuan rumah Asian Games dan ada cabang olahraga kriket yang dipertandingkan,"imbuhnya.

Video Final Squash Diwarnai Kericuhan:

 


(ASM)