Final IBL 2018

Apologi Pelatih PJ usai Dikalahkan SM pada Final IBL Perdana

Alfa Mandalika    •    20 April 2018 14:22 WIB
basket
Apologi Pelatih PJ usai Dikalahkan SM pada Final IBL Perdana
Suasana Satria Muda vs Pelita Jaya. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Pelatih Pelita Jaya (PJ) Johannis Winar menyebut timnya kalah dari Satria Muda (SM) Pertamina pada laga perdana final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite 2017-2018 dengan skor 63-73 karena lawannya itu lebih percaya diri.

"Pemain mereka (SM) berlaga dengan nyaman karena sudah punya kepercayaan diri. Seperti Hardianus, yang menembak dari mana saja bisa masuk," ujar Ahang, sapaan Johannis, usai pertandingan kedua tim di Britama Arena dilansir Antara.

Hardianus, point guard SM, memang seolah menjadi refleksi betapa akuratnya tembakan-tembakan pemain SM dalam pertandingan tersebut. Catatan tiga poin pemain berusia 26 tahun itu mencapai 100 persen, tiga kali berhasil dari tiga kali percobaan.

Persentase field goals-nya bahkan 80 persen, tertinggi dari semua pebola basket yang berlaga malam itu. SM membuat persentase field goals 40 persen, lebih tinggi daripada PJ yang hanya 30 persen.

Baca: Bekap PJ, Pelatih SM Minta Anak Asuhnya Kontrol Emosi


"Kami memberikan SM momentum untuk menang. Pertahanan kami juga kurang rapih," kata Ahang.

Terkait momentum yang hilang, kapten Pelita Jaya Ponsianus Nyoman Indrawan mengakuinya. "Kami memulai laga dengan lambat," tutur pria yang sering dipanggil Koming itu.

Hasil pada laga pertama di final IBL 2017-2018 yang berformat best of three membuat SM untuk sementara memimpin final dengan kedudukan 1-0 dan tinggal memerlukan satu kemenangan lagi untuk menjadi juara IBL 2017-2018.

Baca: Pirelli Persulit Mercedes, Ferrari, dan Red Bull


Pertandingan kedua final IBL 2017-2018 akan berlangsung pada Sabtu 21 April di Hall A Basket Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta, yang menjadi markas Pelita Jaya. GMSB juga akan menjadi arena untuk laga ketiga, Minggu 22 April, jika kedudukan final imbang 1-1.

Namun, partai kedua dipastikan tidak mudah untuk SM sebab PJ bertekad membalas kekalahannya di pertandingan pertama. "Kami harus membuat pertandingan ketat sejak awal. Kami ingin bangkit dan merebut gim itu," ujar Ahang. (Ant)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga?

Video: Satria Muda Mengunci Kemenangan di Game Pertama Final IBL


(ASM)