Pelatnas Asian Games 2018

Asian Games: Lapangan Dipungut Biaya, Pelatnas Panahan Curhat ke Menpora

A. Firdaus    •    20 Maret 2018 17:45 WIB
asian games 2018berita kemenpora
Asian Games: Lapangan Dipungut Biaya, Pelatnas Panahan Curhat ke Menpora
Aksi Menpora Imam Nahrawi saat menjajal panahan (Foto: medcom.id/A.Firdaus)

Jakarta: Peninjauan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018 kembali dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Ditemani Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dan Deputi IV Kemenpora Mulyana, Menpora mengunjungi tiga Pelatnas.

Ketiga Pelatnas yang dikunjungi Menpora adalah Cabang Olahraga Soft Tenis di Kawasan Hotel Sultan, Pelatnas Panahan di Kompleks Gelora Bung Karno, dan Pelatnas Menembak di Lapangan Tembak Senayan. Dalam kesempatan itu seperti biasa Menpora lebih banyak mendengarkan keluhan dari para atlet.


(Menpora berpose dengan atlet pelatnas soft tenis Asian Games 2018. Foto: medcom.id/A. Firdaus)

Salah satu atlet soft tenis, Muhammad Hemat Bakti memberikan curhatannya, terkait nasib para atlet usai tak lagi membela Indonesia. Dia berharap ada jaminan masa depan untuk para atlet.

"Untuk jangka waktu ke depan apa atlet Indonesia masih diperhatikan. Entah dia pensiun jadi atlet agar bisa diperhatikan lagi," ujar Hemat kepada Menpora.
 

Baca: Jadwal Siaran Langsung Pekan Pertama Liga 1 2018


"Kalian tidak berjalan sendiri. Perjuangan kalian air mata, keringat takkan sia-sia. Saya, pemerintah, KONI, dan tentunya orang tua akan terus mendukung kalian, " ujar Menpora.

Sementara dari Pelatnas Panahan, Menpora mendapatkan keluhan dari Manajer Pelatnas Panahan, Ferdy. Ia mengeluhkan bahwa lapangan utama panahan tak bisa dipakai karena telah disewakan. Untuk itu Pelatnas Panahan harus membayarnya jika ingin menggunakan lapangan tersebut.

Parahnya pihak pengelola GBK juga menyewakan kepada cabang olahraga lain seperti sepak bola untuk menggunakan lapangan tersebut.

"Kami dan atlet pelatnas sangat menyayangkan, bahwa lapangan yang seharusnya digunakan untuk panahan justru peruntukannya tidak jelas. Tentu kalau dipakai dengan bola kan lapangan akan hancur. Ini sangat disayangkan, apalagi lapangan ini yang terbaik di Asia.

"Dalam kondisi seperti ini (persiapan Asian Games) kenapa diberikan ke cabang lain. kenapa tidak disewakan ke klub-klub panahan. Kami juga kaget ditagih pembayaran," terang Ferdy.

Menurut Ferdy, pihak pengelola GBK memasang tarif kurang lebih 30 juta per bulannya bagi olahraga mana pun yang ingin menggunakan lapangan tersebut. Menanggapi hal tersebut, Menpora mengatakan kalau kegiatan Pelatnas menggunakan area GBK dibebaskan biaya.

"Panahan juga ada beberapa keluhan soal tempat latihan, tentu saya minta Pak Mulyana berkoordinasi dengan PPK GBK agar diberikan keleluasaan Pelatnas untuk latihan termasuk harga yang gratis," ujar Menpora.

"Aturannya seperti itu, dan GBK sudah komitmen asal ada rekomendasi dari saya. Makanya saya minta yang belum, seperti panahan tadi, untuk segera (ajukan permohonan rekomendasi). Pasti gratis, kalau tidak nanti saya komplain ke GBK karena Pelatnas dan itu ada aturannya. Segera ajukan, tapi untuk Pelatnas loh ya," tegas Menpora.
 

Baca juga: Misi Simic Bawa Persija ke Tiga Besar


Beralih ke Pelatnas Menembak, ada catatan tersendiri dari Menpora. Kabarnya latihan menembak yang berpusat di Lapangan Tembak Senayan justru jauh dari kata nyaman.

"Tentu ada beberapa evaluasi yang saya dengar dari para atlet, contohnya tempat latihan menembak agak panas tentu kami harapkan setelah di Jakabaring April selesai, Pelatnas menembak bisa pindah ke Palembang," lanjutnya.


(Menpora berpose dengan atlet pelatnas menembak Asian Games 2018. Foto: medcom.id/A. Firdaus)

Setelah melakukan kunjungan ke tiga Pelatnas tersebut, Menpora mengunjungi timnas Jiujitsu di Patal Senayan dan Pelatnas Bridge yang berpusat di Wisma PKBI, Hangjebat 1.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Begini Wajah Baru Venue Cabor Panahan di GBK



(ACF)