Rhino Mountain Bike Cross Country Marathon

Saran Jawara Sepeda Gunung Indonesia untuk Rhino MTB XC-M

Kautsar Halim    •    30 September 2018 12:02 WIB
olahraga
Saran Jawara Sepeda Gunung Indonesia untuk Rhino MTB XC-M
Zaenal Fanani yang keluar sebagai juara kelas men Open Rhino MTB XC-M. (Foto: Kautsar/Medcom.id)

Pandeglang: Kejuaraan Rhino Mountain Bike Cross Country Marathon (Rhino MTB XC-M) telah rampung terselenggara di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten pada Sabtu 29 September 2018. Meski berlangsung sukses, perhelatannya tetap memiliki sedikit kekurangan.

Hal itu dinyatakan oleh Zaenal Fanani yang keluar sebagai juara kelas men Open Rhino MTB XC-M. Dia bukan atlet balap sepeda gunung kemarin sore karena punya segudang prestasi, termasuk memenangkan Kejurnas 2018 dan PON 2016. Selain itu, Zaenal juga masih tergabung dengan timnas Indonesia.

Selepas naik podium pertama dan menerima hadiah kelas men open, Zaenal menceritakan pengalaman pertamanya sebagai peserta Rhino MTB XC-M. Secara keseluruhan, dia mengaku senang, namun tetap ada sedikit kekurangan yang perlu dibenahi dari pihak panitia. 

Klik: Kejuaraan MTB XC-M Sukses Terselenggara di Tanjung Lesung

Terlebih lagi, status juara yang dia miliki  sempat menjadi kontroversi karena adanya insiden tersesat setelah memimpin jauh di kilometer 34. Dengan begitu, dia harus menjadi orang ketiga yang mencapai garis finis.

Setelah diusut oleh panitia penyelenggara, ternyata insiden itu disebabkan oleh kelalaian marshall balapan atau bukan kesalahan Zaenal. Pasalnya, Zaenal sudah mencoba bertanya kepada marshall yang bersangkutan tapi tidak direspons dengan baik.

Klik: Muhammad Taufik Pertahankan Gelar Rhino X-Tri

Selain itu, dua pembalap yang menyentuh garis finis lebih dulu juga telah bersaksi dan mau mengakui Zaenal selalu berada di depan mereka sebelum kilometer 34. Dengan begitu, Zaenal pun dinyatakan sah sebagai juara pertama dengan catatan waktu 1 jam 55 menit 23 detik.

"Fasilitas penyelenggaraan di sini sudah sangat bagus, jarak tempuh dan pemandangan sekitarnya juga oke. Kekurangannya hanya soal marshall saja. Mudah-mudahan panitia bisa lebih bijak lagi memilih marshall untuk ke depannya," kata Zaenal kepada medcom.id

Kelas Rhino MTB XC-M yang dimainkan Zaenal memiliki jarak tempuh paling jauh dan menantang, yakni berjarak 50 kilometer. Di sepanjang lintasannya, para pembalap ditantang untuk menaklukkan trek berpasir, berbatu, beraspal dan tanah.

Rintangan itu belum ditambah lagi dengan turunan, tanjakan dan belokan tajam yang berada di hutan-hutan dan perkampungan warga. Dari sekian banyak tantangan itu, Zaenal mengklaim ada satu turunan berbahaya dan ada baiknya untuk ditiadakan atau diganti menjadi tanjakan.

"Sebetulnya, seluruh jalur trek sudah bagus. Cuma ada satu turunan di perkampungan yang cenderung membahayakan pembalap dan penduduk desa yang menonton. Soalnya, kami tidak ingin celaka juga," kata Zaenal.

"Sejatinya, saya sebagai pembalap enggak memandang lintasan itu turunan atau tanjakan. Pokoknya, saya hanya ingin melaju sekencang-kencangnya. Oleh karena itu, saya takutnya malah mencelakai orang lain dan diri sendiri," tambahnya.

”Lebih baik, untuk ke depannya, turunan itu dijadikan tanjakan saja. Soalnya, sekencang-kencangnya kami menanjak pasti bisa menghindari kecelakaan," lanjut Zaenal yang berasal dari Jawa Timur.

Rhino MTB XC-M diikuti oleh 122 peserta dari berbagai kalangan usia dan negara. Adapun beberapa peserta mancanegaranya berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Prancis dan Spanyol. Kebanyakan dari mereka bertanding sambil membawa nama klub.

Terdapat lima kelas yang dipertandingkan di ajang Rhino MTB XC-M, yakni Men Open, Women Open, Men Junior (13 - 18 tahun), Master A (30 - 39 tahun), dan Master B (40 tahun ke atas). Zaenal sendiri tampil di Men Open yang merupakan kelas paling bergengsi.




(KAU)