Asian Games 2018

Renovasi Velodrome, Kontraktor Datangkan 14 Ahli dari Jerman

Krisna Octavianus    •    04 April 2018 00:42 WIB
asian games 2018
Renovasi Velodrome, Kontraktor Datangkan 14 Ahli dari Jerman
CEO PT Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi menjelaskan perihal keterlibatan 14 pekerja asal Jerman dalam proses renovasi Velodrome (Foto: medcom.id/Krisna Octavianus)

Jakarta: Pemandangan aneh tersaji di venue Velodrome Rawamangun yang tengah direnovasi. Ada banyak pekerja asing yang tengah sibuk bekerja membuat trek yang akan jadi medan pertempuran para atlet cabor balap sepeda indoor di Asian Games 2018.

Rombongan yang tergabung bersama INASGOC dan wartawan dalam acara World Press Briefing, Selasa 3 April, pun sempat kaget melihat beberapa bule berbadan tegap dan memiliki paras ganteng sedang memaku kayu untuk lintasan Velodrome.

Saat dikonfirmasi, mereka adalah pekerja dari Jerman, berjumlah 14 orang yang ditunjuk Federasi Sepeda Dunia (UCI) untuk mengerjakan trek balap sepeda dalam ruangan. Mereka adalah pekerja yang memang ahli dalam pembuatan trek balap sepeda dalam ruangan.
 

Baca: Asian Games 2018: Renovasi Velodrome Habiskan Rp665 Miliar


"Karena ada beberapa fasilitas spesifik yang diwajibkan UCI, yang memang di negara kita itu tak pernah mengerjakan. Misalkan trek kayu ini, di Indonesia belum ada yang bisa. Di dunia pun cuma dua yang direkomendasikan UCI," CEO PT Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi.



"Kalau Anda lihat, ini seperti furniture. Tapi metode kerja mereka ini standar UCI. Standar kemiringannya juga khusus. Satu bagian harus 42 derajat, bagian lain 21 hingga 22 derajat. Jadi tak ada yang paham di Indonesia," lanjutnya.

"Tentunya target kita mendapat sertifikasi dari UCI. Kami tak punya test event. Karena dari PB ISSI mereka ingin atlet nasional test treknya, mungkin pada Mei," lanjutnya.
 

Baca juga: Tujuh Tower Wisma Atlet Siap Menyambut Asian Games


Ke-14 bule Jerman ini merupakan pekerja dari perusahaan VeloTrack. Mereka spesialis kontraktor untuk trek sepeda. Ralph Schurmann yang menjabat sebagai desainer merupakan salah satu orang yang direkomendasikan oleh UCI untuk mendesain dan mengeksekusi trek balap.

"Karena kita takutnya jika kita gunakan tukang atau pelaksana kayu yang biasa, standar dan metode kerjanya tak disetujui," pungkas Satya.

Awalnya, Pemprov DKI Jakarta menargetkan Velodrome akan selesai pada Juni. Akan tetapi, Satya optimistis kalau Velodrome akan selesai pada Mei atau satu bulan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Bertemu Jokowi, Marcus Gideon Berikan Undangan Pernikahan



(ACF)