Sejumlah Cabor Masih Resah Pascapembubaran Satlak PRIMA

Rendy Renuki H    •    07 November 2017 15:45 WIB
olahraga
Sejumlah Cabor Masih Resah Pascapembubaran Satlak PRIMA
Persiapan cabang olahraga karate menghadapi Asian Games 2018 (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi X DPR-RI Yayuk Basuki mengatakan sejumlah cabang olahraga (cabor) masih resah pascapembubaran Satuan Pelaksana Tugas Program Indonesia Emas (Satlak PRIMA). Mantan petenis Indonesia itu menilai bukan saat yang tepat pemerintah membubarkan PRIMA saat sedang mempersiapkan Asian Games 2018.

PRIMA yang berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibubarkan seiring terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 95/2017. Perpres tersebut bertujuan memotong birokrasi untuk peningkatan prestasi atlet agar seluruh pembinaan dipusatkan di tiap induk cabor.

Namun, hal itu menurut Yayuk justru menimbulkan banyak persoalan. Pasalnya, tentu membutuhkan waktu bagi para cabor untuk menjalani masa transisi pascapembubaran Satlak, terutama dalam hal peningkatan prestasi.

"Saya sudah mengingatkan saat ini bukan waktu yang tepat membubarkan Satlak Prima. Masa transisi itu butuh waktu, sedangkan waktu persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2018 sangat mepet," ucap Yayuk, Minggu (5/11/2017) lalu.

Baca: Pembubaran Satlak tak Ganggu Persiapan PB ISSI


Ia menambahkan, usai Satlak dibubarkan, beberapa cabor masih resah karena tidak adanya kepastian. Seperti  daftar nama atlet yang masuk Surat Keputusan (SK) yang dibuat Satlak masih berlaku atau ada penambahan lagi, serta biaya akomodasi yang masih belum selesai dan kejelasan try out.

"Ada sejumlah cabor terpaksa membatalkan try out karena ketidakjelasan. Dalam kondisi ini atlet yang menjadi korban. Mereka dituntut berprestasi tetapi segala kebutuhannya tidak terpenuhi," tambahnya.

Yayuk pun masih mempertanyakan tentang keberadaan KONI Pusat yang tampak menggantikan posisi Satlak. Ia meminta Menpora Imam Nahrawi bersikap tegas agar polemik tidak berkepanjangan.

"Pemerintah sudah menegaskan tidak ada pergantian institusi lain yang mengisi posisi Satlak. Tetapi, KONI yang berperan hanya sebatas pengawas dalam Perpres sepertinya ingin menggantikan posisi Satlak," sambungnya.

"Menpora harus mengingatkan Perpres nomor 95 Tahun 2017, KONI hanya sebagai pengawas. Saya berharap jangan lagi ada statement yang membuat cabor itu semakin bingung. Soal dana pembinaan langsung saja diserahkan ke induk-induk organisasi olahraga (PB/PP)," tutupnya.

Video: Perbasi Cup 2017 Resmi Dimulai
 


(REN)