14 Atlet PON dan Papernas Pengguna Doping

Sikap Kemenpora Soal 14 Atlet Pengguna Doping

Patrick Pinaria    •    11 Januari 2017 21:47 WIB
olahragapon 2016
Sikap Kemenpora Soal 14 Atlet Pengguna Doping
Imam Nahrawi (Foto: Foto Terbit/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Olahraga tanah air telah dikejutkan dengan pemberitaan tak sedap mengenai atlet PON dan Papernas 2016 pada Selasa 10 Januari. Kabar tak sedap itu adalah mengenai 14 atlet yang ketahuan mengonsumsi doping pada ajang tersebut.

Kabar ini terasa lebih mengejutkan karena lima di antara pengguna doping itu berasal dari Jawa Barat yang merupakan tuan rumah dari ajang PON. Tiga penggunanya merupakan dari atlet cabor binaraga, yaitu Roni Romero, Zainal, dan Iman Setiaman.

Satu pengguna doping dilakukan oleh atlet menembak, Agus Waluyo. Sisanya adalah atlet dari cabor Atletik, Cucu Kurniawan.

Baca: PBSI Berencana Merenovasi Kompleks Pelatnas Cipayung


Mendengar kabar ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memastikan akan bertindak tegas. Dalam salah satu pernyataannya yang ditulis dalam rilis Kemenpora, ia pun memastikan akan menelusuri kasus ini hingga tuntas.


Berikut lima pernyataan Imam mengenai 14 atlet yang terlibat kasus doping pada ajang PON dan Papernas 2016:

1. Kementerian Pemuda dan Olahraga akan memberi ruang bagi atlet untuk mengajukan hak jawab hingga mengajukan banding. Hak jawab ini diperlukan agar atlet punya kesempatan untuk menjelaskan kondisi yang dialaminya pada saat PON dan Peparnas berlangsung.

2. Saya akan pastikan kasus ini ditelusuri hingga tuntas dan proses berjalan dengan transparan dan seadil mungkin. Persoalan doping ini jangan dilihat sebelah mata. Apalagi jumlah atlet yang terindikasi doping lebih tinggi ketimbang PON Riau, empat tahun lalu yaitu 7 orang. 

3. Kasus ini harus ditindaklanjuti secara serius dan berhati-hati karena terkait masa depan atlet. Sanksi olahraga terhadap atlet bisa saja diberlakukan seumur hidup jika nantinya atlet terbukti sengaja menggunakan doping untuk prestasi.

4. Jika dugaan doping terbukti, maka ini berarti masih ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang tak mau berkompetisi dengan bersih. Tindakan tegas penting diambil untuk melindungi atlet-atlet bersih yang berjuang keras untuk merebut prestasi. Arena olahraga harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Marwah atlet sebagai orang yang berjuang semaksimal mungkin untuk menembus batas-batas kemampuan diri sendiri pun harus dijaga

5. Kemenpora juga akan memperkuat kelembagaan Lembaga Anti Doping (LADI). Ke depannya, LADI wajib mensosialisasikan obat-obatan yang masuk dalam kategori doping atau mengandung zat yang dilarang penggunaaannya oleh  Badan Doping Internasional (WADA)


Video: Ronaldo Pamerkan Kekasih Baru ke Publik

 


(RIZ)