Menpora Berharap Pencak Silat Bisa Masuk Olimpiade

Pelangi Karismakristi    •    09 April 2018 17:36 WIB
berita kemenpora
Menpora Berharap Pencak Silat Bisa Masuk Olimpiade
Menpora Imam Nahrawi saat membuka Pekan Pesantren Nusantara 2018, Bahrul Ulum Cup II. Foto: Dok. Kemenpora

Jombang: Menpora Imam Nahrawi menilai perkembangan Pencak Silat Pagarnusa semakin baik. Peminatnya makin banyak. Tak hanya di kalangan santri saja, tapi juga masyarakat luas. Ini artinya Pagarnusa diterima sebagai warisan dunia yang harus terus dirawat.

"Asian Games 2018 untuk pertama kalinya pencak silat dipertandingkan sebagai terobosan baru pemerintah sebagai semangat agar penjenjangan, pembinaan, dan kompetisi diperluas," ucap Menpora, saat membuka Pekan Pesantren Nusantara, Bahrul Ulum Cup II di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Minggu 8 April 2018.

Pemerintah melalui Kemenpora, lanjut Imam, akan terus berupaya agar pencak silat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade. Maka dari itu, dia meminta dukungan dari banyak pihak supaya turut mempromosikan pada dunia.

"Pencak silat adalah olahraga asli Indonesia. Kita harus bahu membahu mempromosikan agar menjadi kegemaran masyarakat dunia. Saya bersama PB IPSI mendirikan organisasi silat dunia yang saat ini baru mencapai 34 negara. Syarat untuk bisa masuk ke olimpiade, paling tidak ada 70 negara," kata Menpora.

Dari atraksi pertunjukan silat dan BU Cup II, Menpora mengimbau agar para santri bisa mengunggah di media sosial masing-masing dengan tanda tagar tertentu.

"Dari atraksi tadi silakan dibagikan di socmed masing-masing dengan tagar #pencaksilatuntukdunia #pagarnusauntukdunia #pencaksilatsportolimpic #daribahrululumuntukdunia. Pencak silat bukan hanya kesenian, tapi dalam rangka membentuk karakter yang bertanggung jawab. Selamat bertanding, junjung sportivitas kalian, dan harus bermimpi untuk maju di olimpiade sebagai wakil Pagarnusa untuk dunia," kata Menpora, dikutip Kemenpora.go.id.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pagarnusa Jombang KH Muhammad S Amanullah menyampaikan, kegiatan Bahrul Ulum Cup II diikuti 532 peserta. Jumlah ini terus meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 300-an orang.

"Kemenpora memberikan bantuan matras untuk meningkatkan prestasi Pencak Pagarnusa, khususnya di Kabupaten Jombang," kata Muhammad.

Pagarnusa merupakan seni beladiri warisan para ulama nusantara, warisan pesantren yang terus dilestarikan agar tetap hadir, dan ada di negerinya sendiri. Selain itu, Pagarnusa merupakan penyatu dari 38 padepokan Pencak Silat dengan ragam budaya tradisional di Jombang, dan ini merupakan kekayaan Pagarnusa yang terus dipertahankan.

"Saat ini telah ada 580 siswa Pagarnusa putra dan putri sebagai rayon di Bahrul Ulum. Selain Pencak Silat ada juga lomba Da'i Muda se-Jatim, Musabaqoh Qiroatil Kitab, Festival Albanjari, Kaligrafi dan banyak lainnya sebagai upaya menguatkan silaturahmi antar pesantren se-Jatim," ucapnya.


(ROS)