Kemenpora dan FOKBI akan Cetak Rekor Dunia Lewat Senam Poco-poco

Pelangi Karismakristi    •    12 Maret 2018 17:20 WIB
berita kemenpora
Kemenpora dan FOKBI akan Cetak Rekor Dunia Lewat Senam Poco-poco
Kemenpora dan FOKBI mendukung rencana pencetakan Guinness World Record lewat senam poco-poco. Foto: Dok. Kemenpora

Jakarta: Kemenpora dan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) mendukung rencana pencetakan Guinness World Record dengan menggelar Senam Nusantara (Poco-poco) pada 5 Agustus mendatang di Jakarta, Palembang, Manado dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengatakan bahwa pencetakan rekor dunia senam poco-poco bertujuan untuk mengenalkan aset olahraga tradisional dan senam kreasi asli Indonesia di mata dunia.

"Pengenalan ini melalui pemecahan rekor dunia adalah strategi agar senam kreasi Bangsa Indonesia lebih dikenal di dunia sekaligus menggunakan momentum Asian Games karena saat ini mata Asia sedang tertuju ke Indonesia jadi Asian Games akan kita maksimalkan untuk mengenalkan senam asli budaya Indonesia," ujar Isnanta usai jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senin 12 Maret 2018.

Dia menjelaskan lebih jauh, FOKBI memiliki kompetensi dan pengalaman dalam olahraga senam, khususnya poco-poco. Nantinya pencetakan rekor dunia ini akan didukung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora. 

"FOKBI telah mengkaji dan meneliti bahwa poco-poco layak dikembangkan dari berbagai aspek kesehatan dan sosial untuk itu pemerintah sangat mendukung melalui MoU agar menggelar even besar ini bukan berarti melepas tetapi pemerintah juga memberikan arahan termasuk pendanaan, pemerintah tetap meminta FOKBI agar menggali sumber dana lain dari sponsorship untuk mengakomodasilebih dari 60 ribu peserta, kami percaya FOKBI dengan pengalamannya mampu dan semoga berhasil," lanjut Isnanta dikutip dari laman kemenpora.go.id.

Poco-poco yang lahir pada 1999 silam dan merupakan senam budaya asli Sulawesi Utara ini, lanjut Isnanta  diharapkan bisa dikenalkan dan ditampilkan pada upacara pembukaan Asian Games di Jakarta. "Kita juga akan memberikan pertunjukkan di lokasi-lokasi penting misalkan di wisma atlet tetapi akan lebih menghentak jika di opening ceremony Asian Games," kata Isnanta mengutarakan harapannya.

Sementara itu, Ketua FOKBI Sapta Nirwandar mengatakan pencetakan rekor poco-poco ini adalah dalam rangka menggemakan Asian Games di Tanah Air. Sebab dia menilai poco-poco ini adalah warisan budaya bangsa yang dicintai masyarakat.

"Poco-poco juga telah dikenalkan di berbagai belahan dunia misalnya di London, Amerika dan lainnya, bersama DWP Kemenpora senam poco-poco telah memecahkan rekor MURI, tetapi kami yakin rekor dunia ini akan kita capai dengan dukungan semua pihak, pemerintah, swasta, komunitas dan media massa," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Pemberdayaan FOKBI Lily Karmel mengatakan, poco-poco adalah rangkaian tari budaya dan olahraga senam, manfaatnya sangat banyak misalnya meningkatkan kebugaran dan kesehatan. Agar bisa masuk ke Guinness Wordl Record diakui Lily bukanlah hal yang mudah.

"Kami telah beberapa bulan melakukan koordinasi di London bahwa untuk tercatat di GWR syaratnya sangat rumit dan detail tetapi hasilnya FOKBI dan Kemenpora berhak untuk mencatatkan rekor dunia senam poco-poco tahun 2018," tukas Lily.


(ROS)