SEA Games 2017

Puan Maharani Meminta Pemerintah Malaysia Berikan Pernyataan Maaf Resmi

Patrick Pinaria    •    20 Agustus 2017 13:12 WIB
sea games 2017
Puan Maharani Meminta Pemerintah Malaysia Berikan Pernyataan Maaf Resmi
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Foto: AFP/Romeo Gacad)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Panitia SEA Games 2017 Malaysia (MASOC) melakukan kesalahan fatal saat mencetak buku suvenir acara. Dalam buku tersebut, mereka salah mencetak gambar bendera Indonesia.

Dalam halaman ke-80 pada buku tersebut, warna bendera Indonesia tercetak kebalik menyerupai bendera Polandia, yakni putih merah.

Kesalahan ini ditemukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat membuka buku suvenir tersebut dalam acara pembukaan SEA Games 2017. Kesal melihat kesalahan tersebut, ia pun mengungkapkan kekecewaannya melalui twitter.

Baca: Panitia SEA Games dan Menpora Malaysia Keluarkan Surat Permintaan Maaf

Berbagai upaya permintaan maaf dilakukan pemerintah Malaysia usai mengetahui kesalahan yang dilakukan. Bahkan, Menpora Malaysia memohon maaf kepada Imam dan juga mengeluarkan surat pernyataan maaf yang disebarkan di media sosial.

Meski sudah mengeluarkan pernyataan maaf lewat media sosial, pemerintah Malaysia diharapkan bisa melakukan pernyataan maaf resmi dan komunikasi secara formal. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani. 

"Kami meminta supaya buku yang diedarkan itu dicabut. Kemudian bendera kita dibikin dengan posisi yang benar yaitu merah putih," ujar Puan.

Baca: Bendera Indonesia Terbalik, Menpora: Hal Sembrono dan Tidak Pantas

"Menurut kami, untuk acara sebesar SEA Games ini apakah itu terjadi kesengajaan atau ketidaksengajaan, atas nama Indonesia, hal itu tidak boleh terulang lagi," tambahnya.

"Saya sudah meminta kepada Menpora bisa melakukan komunikasi secara formal. Memang secara informal sudah dilakukan oleh pemerintah Malaysia, tetapi ini kaitannya dengan urusan resmi simbol negara, saya meminta secara resmi," tutur Puan.

"Namun, terus terang saja, saya tidak melihat dalam surat tersebut siapa yang menandatangani surat itu. Saya berharap ada tanda tangan resmi. Bahkan kalau perlu, harus ada pihak yang bertanggung jawab dalam menandatangani surat tersebut," imbuhnya.


Video: Warga Antusias Saksikan Hitung Mundur Asian Games 2018

 


(PAT)