Jelang Asian Games 2018

Indonesia Sabet Medali Kedua di Kejuaraan Dunia Boling

Kautsar Halim    •    05 Desember 2017 18:52 WIB
olahragaasian games 2018
Indonesia Sabet Medali Kedua di Kejuaraan Dunia Boling
Sharon Limansantoso bersama Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBI Gatot Aryo Nugroho. (Foto: Humas PBI)

Jakarta: Indonesia menyabet medali kedua di ajang Kejuaraan Dunia Boling yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat. Itu terjadi setelah Sharon Limansantoso menyumbang medali perunggu dari nomor master putri. 
 
Sharon hanya mendapat perunggu karena dikalahkan peboling Malaysia Sin Li Jan pada semifinal, Senin 4 Desember waktu setempat. Saat itu, Sharon kalah dalam tiga game dengan skor, 169-216, 218-178 dan 163-223.


Klik: Tiga Tujuan Utama Test Event Asian Games Akuatik 


Kendati belum bisa menjadi yang terbaik, pencapaian ini terbilang luar biasa karena tim boling Indonesia jarang berprestasi di level dunia. Selain itu, Sharon dan rekan-rekannya juga sedang dipersiapkan menyambut ajang Asian Games 2018.    

"Medali ini membuat saya dan teman-teman lebih percaya diri menghadapi Asian Games tahun depan. Saya optimistis bisa memberikan yang terbaik," kata Sharon.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBI Gatot Aryo Nugroho turut mengamini bahwa tim boling Indonesia sangat sulit bersaing di level dunia. Namun, dengan adanya pencapaian ini, ia jadi semakin yakin dengan performa para atletnya.

"Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih atlet. Ini adalah pencapaian tertinggi selama mengikuti kejuaraan dunia," katanya.


Klik: Ada Cabor Anyar di Ajang Journalist Games Jilid Kedua
 

Dengan prestasi ini, lanjut Gatot, pihaknya mulai bisa menganalisa kemampuan atlet Indonesia maupun calon lawan yang akan dihadapi di Asian Games 2018. Itu penting dilakukan karena peluang Indonesia terbilang cukup tinggi. 

Berdasarkan data Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI), medali perunggu pertama Indonesia di Kejuaraan Dunia juga  disumbangkan oleh Sharon. Namun saat itu ia tampil di nomor trio putri bersama Tannya Roumimper dan Putty Armein.

Sejatinya, tim boling Indonesia sudah mampu berbicara lebih banyak di level Asia. Namun prestasinya malah makin menurun dalam beberapa ajang Asian Games belakangan ini.

Medali emas dan perak untuk tim boling Indonesia juga pernah disumbangkan Ryan Lalisang dan Putty Armein. Namun itu tercipta pada 11 tahun yang lalu atau lewat Asian Games Doha 2006. 

Demi meningkatkan prestasi, Indonesia langsung mengirimkan enam peboling putri di ajang Kejuaraan Dunia Boling. Selain trio Tannya, Sharon dan Puttu, turut bertanding juga Nadia Pramanik, Novie Phang dan Aldila Indryati.

Keberangkatan kontingen Indonesia ke kejuaraan yang diikuti 42 negara ini didampingi juga oleh pelatih asing PB PBI Purvis James Granger dan pelatih Thomas Tan. Hasil ini tentu menambah optimistis tim boling Indonesia untuk menyambut Asian Games 2018. (RO) 



(ACF)