KOI Protes ke PPK GBK Terkait Pencabutan Logo

Kautsar Halim    •    06 Desember 2017 21:00 WIB
olahraga koi
KOI Protes ke PPK GBK Terkait Pencabutan Logo
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC). Erick Thohir (kiri) didampingi Wakil Ketua KOI Muddai Madang mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Komite Olimpiade  Indonesia (KOI) secara resmi melayangkan surat protes ke Pusat pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK). Itu dilakukan lantaran adanya aksi pencabutan logo KOI yang berada di pintu masuk Gedung FX Plaza.

"KOI memandang pencabutan logo tersebut telah mengubah estetika lobi KOI," tulis sebuah pernyataan dalam surat protes yang ditandatangani Wakil Ketua KOI, Muddai Madang, tertanggal 29 November dan ditembuskan ke Menko PMK, Kemenpora dan seluruh Pengurus Induk Cabang Olahraga.
 

Klik: Kalla Ungkap Pentingnya Penyelenggaraan Asian Games


Ketika dikonfirmasi pada Rabu, 6 Desember, Muddai membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat protes kepada PPK GBK. Menurut Muddai, keberadaan kantor KOI di Gedung FX, mulai dari lantai dasar lobi dan lantai 16 hingga 19, adalah kompensasi dari pembongkaran bangunan eks KOI dan KONI yang telah diberikan hak pakai oleh Pemerintah.

"Seharusnya PPK GBK berkoordinasi terlebih dulu dengan komite eksekutif KOI agar tidak terjadi pelanggaran etika," ujar Muddai.

"Manajemen PPK GBK harus mempelajari alur sejarah dari awal gedung itu berdiri hingga sekarang. Oleh karena itu, kami mohon PPK GBK segera mengembalikan identitas KOI ," tambahnya.


Klik: Anindya Bakrie Ingin Renang Akhiri Paceklik Selama 28 Tahun


Sementara itu, Direktur PPK GBK Gatot Tetuko membantah tudingan yang menyebutkan pihaknya telah melakukan tindakan semena-mena dengan mencopot Logo KOI. Ia mengklaim tidak berniat untuk melakukan tindakan tersebut.

"Anda boleh lihat sendiri bahwa kami hanya memasang label mengingat Gedung FX ini aset milik negara. Jadi, tidak ada niat dari kami untuk mencopot logo itu. Kami hanya memberikan label bahwa gedung FX ini adalah milik negara," pungkas Gatot.

 


(ACF)