Bonus 1 Miliar Jadi Pelecut Semangat Ni Nengah Mengejar Prestasi

Kautsar Halim    •    02 November 2016 21:39 WIB
olimpiade 2016bonus atlet
Bonus 1 Miliar Jadi Pelecut Semangat Ni Nengah Mengejar Prestasi
Lifter Paralimpiade Indonesia, Ni Nengah Widiasih. (Foto: Zam/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ni Nengah Widiasih memang memiliki kekurangan yang tidak bisa dibayangkan sebagai seorang atlet. Ia sudah menderita polio sejak kecil, hingga akhirnya mengalami kelumpuhan total hingga kini. Namun, kondisi itu tampaknya bukan sebuah masalah ketika ia mampu mengibarkan bendera Merah Putih di mata dunia.

Widi--sapaan akrab Ni Nengah berhasil mengharumkam nama Indonesia setelah bertanding di cabang olahraga angkat berat Paralimpiade 2016 Rio de Janeiro. Lifter difabel asal Bali tersebut berhasil merebut perunggu setelah melakukan total angkatan seberat 95 kg di kelas 41 kg. 

Meski sama-sama mengharumkan nama Indonesia, ternyata Widi sempat merasakan adanya diskriminasi antara atlet normal dengan penderita disabilitas. Namun, kendala itu sudah bisa teratasi setelah pemerintah dalam hal ini Kemenpora memberikan hak yang sama bagi seluruh insan olahraga di Tanah Air. 

"Saya sudah jadi atlet sejak kelas 6 SD, dan itu sekitar 10 tahun yang lalu. Jadi, saya itu memang bisa merasakan perbandingan yang sangat jauh sekali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Widi kepada Metrotvnews.com seusai menerima bonus di Gedung Olahraga POPKI, PPPON, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (2/11/2016)

"Apresiasi tahun ini memang sangat luar biasa. Saya benar-benar berterima kasih kepada presiden dan pemerintah karena bisa menyetarakan menyamakan atlet Olimpiade dengan Paralimpiade. Semoga ke depannya makin baik dan tidak ada lagi diskriminasi. Kami berharap kesetaraan itu bisa dipertahankan dari segala level," tambahnya.  

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kemenpora sempat menjanjikan bonus miliaran rupiah kepada atlet yang berhasil meraih medali di ajang Olimpiade dan Paralimpiade 2016. Untuk emas mendapat Rp5 miliar, perak Rp2 miliar, dan perunggu Rp1 miliar. Janji itu akhirnya sudah ditepati dan  bonus pun akan  ditransfer langsung ke rekening pribadi tanpa dipotong pajak.

Klik: Kata Owi/Butet setelah Diguyur Bonus Rp5 Miliar


Khusus Widi yang menyabet perunggu, bisa dipastikan sudah mengantongi Rp1 miliar. Namun, apresiasi itu diakuinya bukanlah sebuah simbol kepuasan. Sementara ini, ia masih tetap berlatih di Pelatnas untuk menyambut tiga event besar di sepanjang 2017, yakni SEA Games (Malaysia), Fazza International Powerlifting (Dubai) dan IPC Powerlifting World Championships (Meksiko).

"Setelah menerima bonus ini saya masih akan terus latihan untuk mengejar cita-cita menjadi yang terbaik. Untuk menjadi juara itu benar-benar butuh proses, kerja keras dan disiplin. Jika masih di kasih kesempatan, saya juga masih ingin tampil di Paralimpiade 2020 Tokyo," papar Widi.

Sementara Widi berlatih, bonus tersebut akan digunakan untuk membahagiakan kedua orang tua. Setelah itu, sisanya juga tidak akan dihambur-hamburkan, karena akan diinvestasikan untuk membuka bisnis bersama saudara-saudaranya. "Saya belum tahu apa bakal bisnis apa, tapi semuanya sudah dikonsultasikan dengan pihak keluarga," tutup dara kelahiran 12 Desember 1992 tersebut.

Video: Petenis Laila Safitri Berhasil Sumbang Emas Terakhir untuk Jabar




(ACF)