Pocari Sweat Bandung West Java Marathon

Dukung Asian Games dan Sport Tourism

Rosa Anggreati    •    25 Juli 2018 13:08 WIB
marathon
Dukung Asian Games dan Sport Tourism
Sebanyak 8.000 peserta berpartisipasi pada acara olahraga maraton Pocari Sweat Bandung West Java Marathon, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu, 22 Juli 2018 (Foto:Medcom.id/Rosa Anggreati)

Bandung: Sebanyak 8.000 peserta berpartisipasi dalam ajang olahraga maraton bertajuk Pocari Sweat Bandung West Java Marathon, yang diselenggarakan pada Minggu, 22 Juli 2018, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.

Mereka dibagi dalam empat kategori jarak lari yang dipilih sesuai kemampuan, yaitu 5K, 10K, Half Marathon, dan Full Marathon. Pesertanya pun tidak hanya berasal dari Indonesia. Pelari dari 13 negara ikut terlibat, yaitu Jepang, Malaysia, Australia, Singapura, India, Kanada, Prancis, Jerman, Filipina, Serbia, Thailand, Amerika Serikat, dan Inggris. 

Antusiasme masyarakat tahun ini cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya jumlah peserta dibandingkan tahun lalu, yang diikuti 6.500 pelari. Penjualan tiket pun luar biasa cepat. Langsung ludes hanya dalam dua hari.

Tak hanya wadah olahraga semata, Pocari Sweat Bandung West Java Marathon turut mempromosikan sport tourism, dan merupakan bentuk dukungan nyata penyelenggaraan Asian Games 2018. 

Dijelaskan oleh Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Daniel Pieter, acara ini diharapkan meningkatkan sektor ekonomi dan pariwisata di Kota Bandung. "Acara ini mendukung sport tourism, khususnya di Kota Bandung. Kehadiran 8.000 peserta turut membuka peluang perekonomian. Pemesanan hotel meningkat, juga kunjungan ke restoran, lokasi wisata, dan pusat perbelanjaan," ucap Daniel.


President Director PT Amerta Indah Otsuka Yoshihiro Bando, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Daniel Pieter, Brand Ambassador Pocari Sweat Kelly Tandiono, Perwakilan Pemprov Jabar Azis Zulfikar, Communication Director PT Amerta Indah Otsuka Ricky Suhendar (Foto:Medcom.id/Rosa Anggreati)


Rute lari pun sengaja diarahkan melintasi sejumlah ikon wisata Kota Bandung untuk mempromosikan sektor pariwisata, yaitu Gedung Sate, Masjid Raya Bandung, Alun-alun Bandung, Gedung Merdeka, Tugu Simpang Lima, Patung Maung Bandung, Stadion Siliwangi, Taman Persib, Taman Foto, dan Mural Pelangi Antapani.


(Foto:Medcom.id/Rosa Anggreati)

Tak hanya itu, Pocari Sweat Bandung West Java Marathon turut menggemakan gaung Asian Games 2018. Medali yang diterima peserta merupakan edisi khusus, yaitu terdapat maskot Asian Games di bagian belakang. Sementara di sisi depan terdapat karakter Pandawa Lima, dengan makna fislosofi yang disesuaikan dengan masing-masing kategori jarak lari.

"Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962. Setelah tahun 2018 ini, kita belum tentu kembali menjadi tuan rumah dalam beberapa puluh tahun ke depan. Jadi, medali dengan maskot Asian Games merupakan hal yang langka," ucap Daniel.


Pemenang Pocari Sweat Bandung West Java Marathon kategori Marathon Male: Mohamad Ishari, Saepul Rahman, dan Jumardi Jumardi (Foto:Medcom.id/Rosa Anggreati)

Seperti penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini Pocari Sweat Bandung West Java Marathon tetap mengedepankan #saferunning agar peserta terhindar dari cedera. Sepanjang lintasan lari steril dari kendaraan bermotor, dan terdapat hydration point tersebar di beberapa titik setiap 1,5-2,5 kilometer untuk memastikan pelari tetap terhidrasi dengan baik dalam setiap jarak rata-rata 15-20 menit. Tim medis pun tampak disiagakan di beberapa titik di sepanjang lintasan.



Mengenai ketersediaan hydration point, mendapat apresiasi dari brand ambassador Pocari Sweat, Kelly Tandiono. Artis yang juga penggemar olahraga lari ini ikut berlari dan merasakan manfaat keberadaan hydration point. "Ketersediaan hydration point setiap 1,5-2,5 kilometer ini sangat membantu pelari supaya tetap terhidrasi. Soalnya, pada ajang lari lainnya biasanya baru ada pada jarak 5 kilometer," ucap Kelly.


(Foto:Medcom.id/Rosa Anggreati)

Selain Kelly Tandiono, sejumlah selebritas mengikuti Pocari Sweat Bandung West Java Marathon. Pantauan Medcom.id di lokasi, Edwin Super Bejo dan Ibnu Jamil turut berlari. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga tampak di antara pelari.


(Foto:Medcom.id/Rosa Anggreati)

Menariknya, masyarakat Kota Bandung juga menyambut antusias. Banyak di antara mereka yang menyemangati para pelari. Mereka berdiri di sepanjang lintasan dan bertepuk tangan, ada juga yang membawa balon dan papan bertuliskan kata-kata penyemangat.


(ROS)