Gempa Bumi dan Tsunami di Palu

Menpora Minta Keluarga Mengikhlaskan Jenazah Ardi tidak Dipulangkan

Rendy Renuki H    •    02 Oktober 2018 18:57 WIB
olahragagempa bumi
Menpora Minta Keluarga Mengikhlaskan Jenazah Ardi tidak Dipulangkan
Menpora Imam Nahrawi (tengah). (Foto: medcom.id/Rendy Renuki)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengimbau keluarga mengikhlaskan jenazah pilot paralayang Indonesia Ardi Kurniawan tidak dipulangkan ke kampung halamannya. Ia meminta pihak keluarga mengikhlaskan jenazah dimakamkan di Palu.

Ardi menjadi satu dari tujuh pilot paralayang kompetisi Palu Nomoni 2018 yang hilang kontak usai Hotel Roa-roa, Palu roboh terdampak gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami di Donggala hingga Palu. Ia ditemukan tak bernyawa oleh tim penyelamat karena tertimpa puing reruntuhan hotel, Selasa 2 Oktober pagi tadi waktu setempat.

Mendengar kabar duka tersebut, pihak keluarga meminta jenazah dipulangkan ke kota asalnya di Batu, Malang, Jawa Timur. Namun, sulitnya proses evakuasi dan penanganan jenazah di Palu membuat kepulangan jenazah almarhum Ardi mengalami hambatan.

"Keluarga korban yang berasal dari Batu, orang tua Ardhi Kurniawan menginginkan jenazah dibawa pulang ke Malang. Namun kita tahu susahnya mencari peti mati, susahnya evakuasi, apalagi pergeseran jenazah keluar Palu," ujar Menpora saat menggelar jumpa pers, Selasa 2 Oktober di kantor Kemenpora.

Baca: Lagi, Atlet Paralayang Ditemukan Meninggal Dunia di Palu


"Maka tentu kita berharap mohon kepada keluarga untuk mengikhlaskan tetap mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan untuk dimakamkan dalam satu tempat di Palu. Kami mohon kepada keluarganya untuk mengikhlaskan," sambungnya.

Ardi merupakan satu dari dua atlet pelatnas paralayang Indonesia di Asian Games 2018 lalu yang ditemukan tewas tertimpa reruntuhan Hotel Roa-roa Palu. Menpora mengatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk perhatian pemerintah karena masih dalam tanggungan negara.

"Tentu pemerintah dan bersama pengurus Paralayang berusaha memenuhi hak-hak para atlet, khususnya atlet pelatnas ini karena mereka masih dalam tanggungan negara. Kita akan berikan hak-haknya, sekaligus kita akan memberikan santunan kepada keluarga nanti," ungkapnya. 

Namun, ia masih akan mengkaji dan mengidentifikasi hak dan santunan tersebut. Pasalnya, Kemenpora tak hanya akan memberikan santunan ke para pilot peserta lomba Palu Nomoni 2018, melainkan juga para atlet binaan Kemenpora di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). 

"Sedang dikumpulkan dan identifikasi, karena yang nanti kami berikan tidak hanya atlet paralayang yang meninggal maupun cedera, tetapi atlet PPLP yang dibina. Kami punya atlet PPLP 100 orang yang sekarang sudah tidak punya tempat lagi. Ini yang akan kami berikan bersamaan dengan atlet paralayang," tutupnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas


(ASM)