Srikandi Cup 2017--2018

Delapan Tim Dipastikan Ikut Kompetisi Liga Basket Putri Indonesia

Krisna Octavianus    •    03 September 2017 12:23 WIB
basket putri
Delapan Tim Dipastikan Ikut Kompetisi Liga Basket Putri Indonesia
Para manajer tim dan Ketum Perbasi Dani Kosasih dalam rapat soal Srikandi Cup 2017--2018 (keempat dari kanan) (Foto: istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Delapan tim basket putri akan berlaga di ajang Srikandi Cup atau Kompetisi resmi basket putri Indonesia musim 2017-2018. Kepastian ini dirilis resmi setelah pada pertemuan awal para manajer tim tadi siang, para perwakilan klub tersebut menyatakan siap mengikuti liga basket putri yang akan memperebutkan piala Srikandi.

Kedelapan klub tersebut yakni Juara bertahan Surabaya Fever, lalu ada Sahabat Semarang, Merpati Bali, Merah Putih Samator Jakarta, Tanago Friesan Jakarta, Tenaga Baru Pontianak, Flying Wheel Makassar, dan GMC Cirebon. 

BACA: Diganggu Hujan, Hamilton Raih Pole Position

Meski pada pertemuan awal dua tim yakni GMC Cirebon dan Tanago Jakarta absen dalam rapat pertama bersama Ketua Perbasi Danny Kosasih, tetapi Koordinator Liga Putri Srikandi Cup, Deddy Setiawan menyatakan bahwa delapan tim tersebut menyatakan komitmennya untuk mengikuti Kompetisi Basket Putri yang akan terbagi selama empat seri (tiga seri regular dan satu seri playoff dan grand final).

"Liga Putri akan memperebutkan Piala Srikandi dan akan diikuti oleh delapan tim. Kami akan memulai di akhir bulan November, rencananya Seri I dilaksanakan di Kota Makassar. Hingga saat ini persiapannya memasuki 70%. Dengan semangat kebersamaan kita semua akan saling membantu dalam hal pembiayaan," ujar Deddy yang juga pemilik klub Merpati Bali.

"Kami akan fokus pada masalah data statistik dan juga pemberitaan liga putri yang rutin. Harapan kita bersama, tentunya Srikandi Cup bisa mendapatkan sponsor dan juga mendapatkan dukungan dari media. Hal lainnya, digelarnya liga putri ini diharapkan bisa membantu menjaring para pemain yang nantinya akan berlaga di Asian Games tahun depan," lanjutnya.

Srikandi Cup musim ini disesuaikan dengan persiapan timnas putri di ajang Asian Games tahun depan. Seri I akan dilangsungkan di Makassar pada akhir November 2017.  Seri kedua di Surabaya Januari 2018, Seri ketiga Jakarta atau Tangsel Maret 2018. Lalu, babak play-off dan grandfinal berlangsung di Cirebon pada April 2018.

"Musim ini kami sepakat mengikuti agenda TC timnas Asian Games. Oleh karena itu kompetisi harus selesai pada bulan April. Musim depan kita akan mencoba menambah seri dan kota penyelengaraannya," ucapnya lagi.

Sementara itu, Danny Kosasih selaku Ketua Umum PP Perbasi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada delapan tim yang akan berlaga dan siap membantu dalam hal perwasitan dan memberikan penataran kepada perangkat pertandingan. Ia juga berharap liga putri ke depannya akan semakin baik dari segala semua aspek.

"Perbasi akan mendukung dari sisi perwasitan dan memberikan pelatihan kepada para perangkat pertandingan, misalnya satu hari sebelum seri dimulai akan diadakan workshop dan juga mensosialisasikan peraturan FIBA terupdate supaya penyelenggaraan liga putri semakin maju. Masukan saya, delapan tim peserta wajib membawa satu referee berlisensi A dan juga penyelengara di empat kota tersebut harus memberdayakan wasit lokal. Kami hanya akan membantu menyediakan dua wasit nasional setiap serinya. Dengan demikian diharapkan adanya transfer ilmu dan kualitas pertandingan akan terjaga mutunya," kata Danny Kosasih.

Menatap seri pembuka Srikandi Cup pada November mendatang, Flying Wheel Makassar selaku tuan rumah mengaku antusias dan siap menyelenggarakan dengan sebaik mungkin.

"Kami siap menjadi tuan rumah seri pertama nanti dan tentunya banyak hal positif yang bisa kami petik dari Srikandi Cup musim ini, salah satunya adalah pemain kami bisa semakin belajar meningkatkan level permainan mereka dan untuk menjadi pemain nasional terbuka lebar, tetapi pastinya kami harus membuktikan bahwa kami layak. Semoga suatu saat nanti akan banyak pemain asal Makassar yang bisa memperkuat timnas basket Indonesia," harap Kwandy, ssisten pelatih Flying Wheel Makassar.

 


(KRS)