Punya 3 Pembalap Climber, Kinan Yakin Juara Tour de Banyuwangi-Ijen 2017

Tri Kurniawan    •    26 September 2017 21:52 WIB
itdbi banyuwangi banyuwangi
Punya 3 Pembalap Climber, Kinan Yakin Juara Tour de Banyuwangi-Ijen 2017
Jai Crawford, pembalap Kinan Cycling Team. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Jai Crawford, pembalap Kinan Cycling Team, menatap International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017 dengan optimisme tinggi. Ia mengaku dalam kondisi terbaik dan siap mempertahankan gelar juara yang ia raih di ITdBI tahun lalu.

Selain Crawford, di Kinan Cycling Team ada Thomas Lebas, dan Ricardo Garcia. Bagi Crawford, keduanya rekannya itu sama baiknya di lintasan menanjak.

Tantangan terberat di ITdBI 2017 ada di etape 3. Pembalap akan menghadapi lintasan menanjak dengan jarak 116,3 kilometer. Berangkat dari Pelabuhan Ikan Muncar dengan latar belakang perahu nelayan, pembalap akan finish di kaki Gunung Ijen yang berada di ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut.

“Rute di sini (ITdBI) justru sangat cocok dengan kami. Kami punya tiga pembalap climber yang memiliki peluang untuk menjadi juara umum,” kata Jai usai mengikuti acara pelepasan tukik di Pantai Cacalan, Banyuwangi, Selasa 26 September 2017.


Jai Crawford, pembalap Kinan Cycling Team. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Lebas memenangi Tour de Flores yang digelar pada Juli lalu. Dia juga menjuarai Le Tour de Filipinas 2015, Tour de Hokkaido 2013, dan Tour International de Setif pada 2014. Sedangkan Garcia pada ITdBI Ijen tahun lalu merebut posisi kedua.

Tahun lalu, Crawford menjadi juara setelah juri mendiskualifikasi Peter Pouly, pembalap Singha Infinite Cycling Team. Kinan Team melaporkan Pouly karena menggunakan sepeda lebih ringan dari batas minimal.

Crawford menyebut keputusan wasit menganulir Pouly sudah tepat. Tahun ini, ia ingin lebih fokus di balapan ITdBI. "Berkonsentrasi memenangkannya,” tegas Crawford.

ITdBI, kompetisi balap sepeda kategori 2.2, dilaksanakan pada Rabu 27 September hingga Sabtu 30 September. Pembalap dari 29 negara akan bertarung di empat etape dengan total lintasan sejauh 533 kilometer.

Kinan Cycling Team mengikuti Tour de Moluccas di Maluku pada 19-22 September. Menurut Crawford, Kinan Cycling Team benar-benar mendominasi Tour de Moluccas karena berhasil menguasai tiga etape.



Tapi, lintasan di Tour de Moluccas tak seberat di ITdBI. Jalur di ITdBI lebih menanjak, pembalap yang mengikuti ajang tahunan ini juga lebih kompetitif.

"Lintasan lebih berat dari Moluccas, tapi kami akan coba memenangkan gelar. Kami punya tim yang kuat," pungkas Crawford.

Chairman ITdBI 2017 Guntur Priambodo menyebut Kinan Cycling Team salah satu yang paling berpeluang menjuarai ITdBI kali ini. Tapi, beberapa tim kuat lainnya akan memberikan perlawanan kepada Kinan.

"Mereka bakal mendapat persaingan ketat dari Pishgaman dari Iran yang juga sama-sama dari level Continental,” kata Guntur.

Klik: Tour de Banyuwangi-Ijen, Tim Malaysia Siapkan Raja Tanjakan

Ada juga tim Kuwait Cartucho yang punya dua pembalap andalan, yakni Stefan Schumacher dan Davide Rebelin. Schumacher punya nama besar di level Eropa.

Dia merupakan jawara Eneco Tour of Benelux 2006, Tour de Pologne 2006, dan Amstel Gold Race 2007. Pembalap asal Jerman itu sudah mengikuti grand tour, ajang paling bergengsi di dunia balap sepeda.

Sedangkan David Rebellin memiliki spesialisasi sebagai pembalap ajang-ajang classics. Dia pernah menjuarai La Flèche Wallonne pada 2004, 2007, 2009, Liège-Bastogne-Liège 2004, Tirreno-Adriatico 2001, dan Amstel Gold Race pada 2004.

 


(TRK)