Jelang SEA Games 2017

Persiapan dan Kesiapan Tim Menembak Indonesia

Kautsar Halim    •    02 Agustus 2017 11:20 WIB
sea games 2017
Persiapan dan Kesiapan Tim Menembak Indonesia
Suasana pelatnas menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. (Foto:MTVN/Zam)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Nasional (timnas) menembak Indonesia masih terus mengasah kemampuan jelang SEA Games 2017 Malaysia. Meski terkendala berbagai kekurangan dari segi sarana dan prasana, pelatnas mereka tetap berjalan rutin dan penuh semangat.

Pelatnas tim menembak Indonesia sudah berlangsung sejak April lalu di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Para atlet yang berlatih terdapat sembilan orang, namun yang  diberangkatkan ke SEA Games hanya enam atlet.

"Hanya berangkat enam orang karena kuota yang diberikan Satlak Prima memang segitu. Tapi itu tidak masalah, karena tiga atlet lainnya tetap ikut latihan untuk persiapan Asian Games 2018," tutur pelatih tim menembak Indonesia, Marsono, ketika ditemui Metrotvnews.com beberapa waktu lalu.


Klik: Punya Catatan Apik, Zarco Pede Jelang GP Republik Ceko


Marsono menjelaskan, tim menembak Indonesia tidak punya target khusus di SEA Games 2017. Mereka sengaja mengikuti multi event se-Asia Tenggara itu hanya untuk dijadikan batu loncatan atau ajang uji coba menjelang Asian Games 2018. Meski begitu, bukan berarti tim menembak Indonesia tidak berhasrat merebut medali di SEA Games 2017.

"Pelatih dan atlet menembak tetap sepakat bakal memberikan yang terbaik di SEA Games. Pasalnya, kami termasuk cabang olahraga unggulan. Kalau bukan unggulan, kami tidak akan diikutsertakan," ujar Marsono.

Suasana pelatnas menembak di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. (Foto: MTVN/Zam)


Sambil menjalani pelatnas, tim menembak Indonesia sudah mengikuti dua turnamen uji coba, yakni Kejuaraan Menembak Asia Tenggara (SEASA) di Malaysia dan Islamic Solidarity Games (ISG) di Azerbaijan. Pencapaian di SEASA terbilang cukup bagus karena Indonesia berhasil mencuri satu medali emas dan satu medali perak. Sayang, tren positif itu gagal terulang ketika melakoni ISG.

"Saya rasa, hampir tidak ada lawan berat di lomba menembak SEA Games nanti. Mungkin ada Vietnam yang punya juara dunia, tapi catatan poin para atlet kami saat pelatnas sudah semakin mendekati dia," kata Marsono.

"Kebanyakan peserta yang ikut ISG merupakan penembak terbaik dunia, jadi kami gagal merebut medali di sana. Selain itu, iklim dan cuacanya juga ektrem (dingin). Kami tak bisa tampil maksimal di sana," tambahnya.


Klik: Ricciardo Diyakini Bakal Memaafkan Verstappen

Pelatih menembak Indonesia, Marsono, (Foto: MTVN/Zam)


Ditanya soal kesiapan sarana dan prasarana, raut wajah Marsono terlihat jengah untuk menjawab. Pasalnya, kata dia, kendala seperti itu masih tetap terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Beruntung kebanyakan para penembak Indonesia berstatus sebagai tentara nasional, jadi semangat membela bangsa tetap tinggi meski minim biaya.

"Hingga saat ini, dana peralatan masih belum cair. Jadi biaya untuk membeli peluru masih ditalangi oleh Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Sampai air minum dan makanan pun kami beli sendiri. Semuanya masih ditanggung Perbakin, dan kami tidak tahu juga kapan itu digantinya," ujar Marsono.

"Selain itu, alat penghitung skor elektronik untuk latihan outdoor juga masih rusak. Semua hasil latihan menembak sampai sekarang masih menggunakan penghitung manual. Kami punya alat penghitung skor elektronik tapi itu tinggal satu dan hanya untuk berlatih di nomor indoor," tambahnya.

Tim menembak Indonesia menurunkan enam atlet di SEA Games 2017. Mereka adalah Iwan Setiawan (50m Pistol Individual), Dwi Firmansyah (50m Rifle 3 Positions Individual), Supriyono (10m Air Pistol Individual), Mohammad Hasan Busri (50m Rifle Prone Individual), Fathur Gustavia (Pistol 10m Air Rifle Individual) dan Nauval Mahardikal (Pisto 10m Air Rifle Individual).

 


(KAU)