Piala Davis 2016

Argentina Akhiri Rezim Britania di Piala Davis

Rendy Renuki H    •    19 September 2016 13:49 WIB
tenispiala davis
Argentina Akhiri Rezim Britania di Piala Davis
Petenis Argentina Leonardo Mayer (AFP PHOTO / Andy Buchanan)

Metrotvnews.com, Glasgow: Argentina mengakhiri rezim Britania sebagai juara bertahan di Piala Davis, Minggu 18 September waktu setempat. Hasil itu dipastikan usai petenis pengganti Leonardo Mayer sukses mengalahkan Dan Evans dengan kemenangan 4-6, 6-3, 6-2, dan 6-4, untuk mengamankan kemenangan 3-2 Argentina atas Britania pada pertandingan kelima di babak semifinal.

Mayer, yang secara tidak terduga menggantikan Juan Martin del Potro untuk pertandingan penentuan, membawa negara Amerika Selatan itu ke final pertama mereka sejak 2011 saat mereka dikalahkan Spanyol.

Andy Murray, yang kalah dari Del Potro pada pertandingan pembukaan, Jumat lalu membuat Britania menghadapi tugas berat.  Murray sempat membawa tuan rumah menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan kemenangan 6-3, 6-2, 6-4.

(Baca: Jadwal Bulu Tangkis PON 2016)

Tidak tampilnya Del Potro di pertandingan terakhir meningkatkan harapan bahwa Britania dapat meraih kemenangan setelah kalah pada dua pertandingan yang dimainkan Jumat, khususnya karena Evans menghuni 61 posisi di atas peringkat Mayer.

Bagaimanapun, meski mendapat dukungan dari penggemar tuan rumah, petenis peringkat 53 dunia Evans tidak mampu mencegah Argentina mencapai final kelimanya di kompetisi tim putra ketika mereka mengincar mahkota Piala Davis pertamanya.

(Baca: Mantan Oliympian Tak Kecewa Raih Perunggu di PON 2016)

Argentina akan berhadapan dengan Kroasia, yang menang 3-2 atas Prancis pada semifinal lainnya, di final yang akan berlangsung pada 25-27 November.

"Leo telah memainkan pertandingan-pertandingan yang bagus di Piala Davis sebelumnya. Ia memiliki perasaan itu di tubuhnya dan meski ia berada di luar 100 besar dunia, itu bukanlah levelnya," kata kapten Argentina Daniel Orsanic di pinggir lapangan.

"Ia sedikit gugup pada set pertama, namun ketika ia menemukan iramanya ia unggul sepanjang waktu." 

Meski absennya Del Potro mengejutkan para penonton di Emirate Arena Glasgow, Orsanic mengatakan bahwa ia tahu Mayer akan memainkan pertandingan terakhir setelah juara AS Terbuka 2009 Del Potro secara mengejutkan dimasukkan dalam pertandingan kategori ganda pada Sabtu, di mana Argentina menelan kekalahan.

"Kami harus merahasiakannya sampai momen terakhir maka Britania Raya sedikit menebak-nebak, namun kami tahu dari kemarin malam bahwa Mayer akan bermain," tutur Orsanic.

"Saya percaya akan menjadi kehormatan untuk bermain di final lain, namun hari ini kami akan merayakan kemenangan di semifinal."

Meski telah empat kali tampil di final pada 1981, 2006, 2008, dan 2011, Argentina belum pernah memenangi kompetisi tim ini. (ANT/Reuters)

Video: Melihat Fasilitas Media Center PON XIX


(ACF)

Euforia Jelang Upacara Penutupan PON 2016
Upacara Penutupan PON 2016

Euforia Jelang Upacara Penutupan PON 2016

22 minutes Ago

Upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 dijadwalkan Kamis 29 September sekitar…

BERITA LAINNYA