PON 2016

Panpel Cabor Sepatu Roda Sesalkan Intervensi dari Ketum PB Perserosi

Roni Kurniawan    •    25 September 2016 17:18 WIB
pon 2016
Panpel Cabor Sepatu Roda Sesalkan Intervensi dari Ketum PB Perserosi
Cabang olahraga Sepatu Roda dinilai paling buruk penyelenggaraannya di PON Jabar 2016 (Foto: Roni Kurniawan/Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Bandung: Ketua panitia pelaksana (Panpel) cabang olahraga sepatu roda, Erry Sudrajat geram dengan sikap Ketua Umum PB Perserosi, Danny Buldansyah yang campur tangan saat pertandingan di nomor 5.000 meter relay putri di arena sepatu roda Saparua, Jalan Ambon pada Sabtu 24 September kemarin. Pasalnya, orang nomor satu di cabor sepatu roda itu melakukan intervensi terlalu jauh di ajang Pekan Olahraha Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.

Diakui Erry, kedatangan Danny seharusnya membawa angin segar dan sebagai penyamatan dalam cabor sepatu roda yang tengah dipertandingkan. Namun, justru kehadiran Danny membuat suasana di area cabor tersebut ricuh terlebih ikut andil dalam mengatur jalannya pertandingan.

"Seharusnya dia tidak bisa sewenang-wenang menjadi Ketua Umum PB mengatur kita. Tidak bisa kita diperlakukan seperti itu. ‎Karena kita sudah mempersiapkan pertandingan ini jauh-jauh hari. Sementara dia datang ingin menjadi pahlawan kesiangan," ujar Erry.

(Baca: Sepatu Roda, Cabor Terburuk di PON Jabar 2016)

Erry juga sudah menjelaskan keributan yang ditunjukkan kontingen Jabar yang terjadi pada Sabtu 24 September kemarin diluar perkiraannya. Pasalnya, kontingen Jabar kecewa hasil keputusan dari pihak wasit yang telah mendiskualifikasi para atletnya untuk meraih emas.

Kekecewaan tersebut pun memuncak saat tim putri dari DKI Jakarta justru yang mendapatkan keping emas meskipun mencatat waktu dibawah tim Jabar. Erry pun mengaku sudah melakukan upaya agar kontingen dari Jabar menerima keputusan wasit pertandingan.

"Kita sudah jelasin ke anak-anak untuk sabar, jangan sampai tercoreng nama kita sebagai tuan rumah. Tapi kalau saya berusaha untuk menahan, namanya orang tidak puas tentu ada reaksi," tegasnya.

VideoKetum PB Taekwondo Indonesia Kritisi PON XIX

 


(PAT)