Tour de Singkarak 2018

Warga Setempat Lebih Suka Sawahlunto jadi Lokasi Finis Tour de Singkarak

Kautsar Halim    •    06 November 2018 01:00 WIB
olahragatour de singkarak
Warga Setempat Lebih Suka Sawahlunto jadi Lokasi Finis Tour de Singkarak
Suasana Kota Sawahlunto langsung lengang setelah menggelar start etape 2 TdS 2018. (Foto: Medcom.id/Zam)

Sawahlunto: Warga Kota Sawahlunto lebih suka wilayahnya dijadikan lokasi finis Tour de Singkarak (TdS). Menurut mereka, lebih banyak sisi positif yang bisa diambil jika itu dilakukan.

Untuk pertamakalinya, setelah 10 kali penyelenggaraan tiap tahun, start Tour de Singkarak dilakukan di Lapangan Segitiga, Sawahlunto. Itu terjadi saat etape kedua TdS 2018 pada Senin 5 November pukul 09.00 WIB. 

Vegi salah satu penjual minuman di sekitar Lapangan Segitiga mengatakan, antusiasme warga sekitar untuk meramaikan start TdS 2018 masih besar. Tapi, itu tidak membuat dagangannya lebih laris apabila Sawahlunto jadi lokasi finis.

Baca: Etape 2 TdS 2018 Sajikan Geopark dan Bangunan Klasik

"Kalau start, waktunya lebih sedikit untuk menjaga keramaian di sini. Kemudian, mulainya juga pagi atau ketika anak-anak sekolah dan orang-orang bekerja. Jadi, omset saya juga biasa saja hari ini," ujar Vegi sekitar dua jam setelah start etape 2 TdS 2018.

"Tahun-tahun sebelumnya, ketika finisnya di sini, justru lebih ramai. Soalnya, orang-orang lebih penasaran dengan pemenang dan mereka pun bisa berada di sini lebih lama," tambahnya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan Sudarsono yang kesehariannya berprofesi sebagai pemandu museum Lubang Batu Bara Mbah Soero. Menurut dia, pengunjung yang datang ke museum justru lebih banyak ketika Sawahlunto dijadikan lokasi finis.

Baca: Vinales: Hampir Mustahil Imbangi Kecepatan Rossi di Sepang 

"Beberapa tahun yang lalu, pernah lokasi start dan finisnya di Sawahlunto. Selain wisatawan lokal yang datang.  Biasanya, ada saja ofisial tim peserta (TdS) yang mampir ke sini untuk melihat lubang batu bara. Kalau sekarang belum ada lagi," kata Sudarsono yang museumnya memang tampak lengang.

Sawahlunto punya ciri khas tersendiri jika dibandingkan Kota/Kabupaten di Sumatera Barat lainnya. Di sana, terdapat perpaduan panorama berbukit yang indah dengan bangunan-bangunan antik tambang batu bara zaman Belanda. Penduduknya yang kebanyakan berdarah Jawa juga membuat bahasa Minang jadi sedikit berbeda.


Video: Eko Yuli Irawan Sukses Pecahkan Dua Rekor Dunia

 


(PAT)