Melalui Gala Desa, Olahraga Pringsewu Bertekad Menuju Dunia

Rendy Renuki H    •    19 Oktober 2018 18:12 WIB
berita kemenpora
Melalui Gala Desa, Olahraga Pringsewu Bertekad Menuju Dunia
Pembukaan Gala Desa di Pringsewu, Lampung, Jumat (19/10)

Pringsewu: Lapangan Kuncup yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu, Lampung menjadi saksi kebulatan tekad dari Aksi Nyata Untuk Indonesia melalui Olahraga di negeri berjuluk Jejama Secancanan yang artinya "Bersama-sama bergandengan tangan", Jumat 19 Oktober.

Aksi nyata untuk olahraga Indonesia itu diwujudkan oleh Kabupaten Pringsewu dengan menggelar Gala Desa yang diikuti oleh sembilan Kecamatan. Ini merupakan kali kedua Kabupaten Pringsewu menggelar salahsatu program andalan Kemenpora dibawah payung "Ayo Olahraga".

Di bawah komando Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melalui program Deputi Pembudayaan Olahraga, ajang Gala Desa ini mempertandingkan empat cabang olahraga (cabor), yakni atletik, bola voli, bulu tangkis dan sepak bola.

Klik: Kata Ahsan Jelang Tampil di Perempat Final


Dalam sambutannya saat membuka Gala Desa, Bupati Pringsewu H. Sujadi Sadad mengatakan bahwa pihaknya mengucap syukur lantaran Kabupaten Pringsewu kembali diberi kepercayaan menggelar event yang dapat menambah kebugaran dan kesehatan masyarakat, serta nilai-nilai sportifitas.

"Alhamdulillah untuk kedua kalinya Kabupaten Pringsewu kembali diberikan kepercayaan menggelar event Gala Desa. Hormat kami dan rasa terimakasih masyarakat Pringsewu kepada Menpora Imam Nahrawi, begitu juga kepada bapak Presiden Joko Widodo, sehingga melalui olahraga bisa menjadi pemersatu bagi Indonesia," ucap Bupati H. Sujadi Sadad.

"Kami yakin, Gala Desa menjadi penyemangat masyarakat untuk berolahraga, sehingga bukan suatu hal mustahil slogan dari Desa untuk Dunia akan terwujud untuk masa yang akan datang. Semoga dari Kabupaten Pringsewu akan lahir bibit-bibit olahraga berprestasi di tingkat nasional hingga internasional," tambahnya.

Gala Desa edisi Pringsewu ini dilaksanakan selama 21 hari dengan peserta kategori pelajar dan umum mulai dari U-13, U-15 hingga U-18 tahun, di mana lokasi pertandingan tersebar di empat kecamatan.

Untuk cabor atletik dipusatkan di Bandungbaru, bola voli di Lapangan Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, bulutangkis di Pekon Sukoharjo 1, Kecamatan Sukoharjo, sedangkan sepakbola di Lapangan Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluih.

Sementara itu, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta menjelaskan, Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 136 kabupaten/kota di 34 provinsi se-Indonesia yang mendapat program Gala Desa dari Kemenpora, yang bertujuan selain untuk menambah kebugaran dan kesehatan masyarakat. Juga mencari bibit pekerjaan awal dari masyarakat di pelosok desa.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pringsewu beserta jajaran, stakeholder dan semuanya yang telah merespon positif program Nasional Gala Desa ini, di mana daerah berjuluk "Jejama Secancanan" memiliki perhatian besar kepada olahraga Indonesia, komitmen menggerakkan masyarakatnya untuk terus berolahraga sangat tinggi," ucap Raden Isnanta.

Oleh karena itu, lanjut pria yang akrab disapa pa Is ini menambahkan, marilah terus dikuatkan, sehingga olahraga menjadi gaya hidup bagi seluruh masyarakat Indonesia. "Jika olahraga sudah menjadi suatu kebutuhan hidup bagi para individu, maka kedepannya masyarakat Pringsewu khususnya dan umumnya di seluruh Indonesia menjadi bugar, sehat dan lebih produktif," tambahnya.

"Jika bugar, rasanya gampang mencari bibit atlet yang unggul. Kalau angkat besi sudah banyak melahirkan bibit unggul level dunia, nanti lewat Gala Desa ini semoga ada putra daerah akan bermunculan atlet-atlet yang dipersiapkan menuju pentas dunia," harap pa Is. 

Ia juga meminta kepada panitia setempat untuk terus memantau para atlet yang tak hanya terdapat dalam Gala Desa, untuk dikembangkan didiklat-diklat Nasional seperti PPLP atau SKO Ragunan.

"Negara ini masih butuh kader atlet yang banyak, meskipun sudah mengalami peningkatan prestasi di ajang Asian Games maupun Asian Para Games 2018, kita masih butuh menuju Olimpiade, sehingga dibutuhkan bibit unggul yang lebih hebat lagi," terangnya.

"Karena Indonesia luas, maka dipandang perlu gelaran Gala Desa. Jadi benar-benar bibit itu akan tumbuh, hidup dan bersemai di desa-desa. Saya yakin, dari 135 Kab/Kota yang menggelar ajang ini, nanti akan muncul bibit unggul, tak terkecuali dari Pringsewu ini," pungkas pa Is.

Di sisi lain, Kadis Porapar Pringsewu Samsir Kasyim mengatakan jika pembukaan Gala Desa Pringsewu ini sangat spesial, pasalnya pengibaran bendera Gala Desa dilakukan oleh atlet junior panjat tebing asal SMK KH. Ghalib Pringsewu, M. Hauzaan Rizqullah, yang memanjat tower climbing setinggi 18m sambil membawa dan mengibarkannya diatas tower. Selain itu, ada penampilan marching band, senam bersama serta unjuk kebolehan tiga atlet binaraga Pringsewu.

 


(REN)