Test Event Akuatik Tidak Jadi Acuan Perenang Indonesia

Gregah Nurikhsani Estuning    •    02 Februari 2018 19:00 WIB
renang
Test Event Akuatik Tidak Jadi Acuan Perenang Indonesia
Test event akuatik di Senayan. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Banyak perenang Indonesia yang berhasil menunjukkan hasil manis di test event akuatik pada Desember 2017 lalu. Namun, Siman Sudartawa menyebut itu tidak menjadi acuan utama dalam persiapan menyambut Asian Games 2018.

Test event akuatik yang dihelat di Senayan itu, selain tentu untuk menjajal sejauh mana perkembangan perenang Tanah Air, juga dilakukan guna mengetahui seberapa kesiapan venue serta simulasi panitia pelaksana Asian Games 2018 cabang olahraga akuatik, seperti renang, polo air, loncat indah, dan sebagainya.

Siman, Triady Fauzi, Gagarin Nathaniel, dan perenang andalan Indonesia lainnya menunjukkan performa impresif di sepanjang perhelatan tersebut. Triady misalnya, ketika ditemui medcom.id Desember lalu mengaku mendapatkan best time dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Namun yang mengejutkan, meski dinilai sukses baik oleh perenang maupun panitia, test event akuatik bukanlah acuan utama, melainkan hasil di SEA Games 2017 yang justru masuk hitungan tim pelatih serta atletnya juga.
 

Klik: Tujuan Siman Jalani TC di Australia dan Amerika Serikat


"Kita tidak melihat dari sana (test event), kita lihat peak-nya dari SEA Games. Mungkin karena di test event perenangnya tidak semuanya fokus. Saya sendiri tidak terlalu fokus banget, seadanya saja. Tapi so far sudah oke, mendekati best time," kata Siman kepada medcom.id.

Tidak fokusnya Siman cs bukan disebabkan kurangnya antusiasme, melainkan banyak atlet yang kurang persiapan usai diliburkan pasca SEA Games. Hal tersebut menjadi kendala tersendiri, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki pelatih khusus akibat kontraknya tidak diperpanjang.

Menariknya, tim pelatih dari tiap-tiap klub atau perseorangan terkejut dengan hasil positif yang diraih anak asuhnya. Mereka tidak menyangka, di test event yang persiapannya serba kekurangan, tapi bisa memperlihatkan grafik menawan.

"Pelatih malah kaget, kok bisa rata-rata atletnya mendekati best time, padahal latihannya sedikit. Lumayan bisa segini, pelatih ya senang tapi gak menyangka juga. Makanya kita para atlet makin bersemangat," tambah perenang berusia 23 tahun tersebut.

Rencananya Siman bersama tim Pelatnas renang akan menjalani pemusatan latihan di Australia dan Amerika Serikat (AS). Pemusatan latihan di Negeri Kanguru fokus untuk mematangkan daya tahan, sementara di AS, Siman dan kolega akan fokus pada penyelesaian.

Video: Kontingen Rusia Tiba di Korea Selatan
 


(ACF)