Jelang Asian Games 2018

Pelatnas Tim Panahan Bakal Pindah dari Komplek GBK

Kautsar Halim    •    05 April 2018 12:49 WIB
pelatnas panahanasian games 2018
Pelatnas Tim Panahan Bakal Pindah dari Komplek GBK
Sejumlah atlet pelatnas panahan Asian Games 2018 berlatih di Jakarta, Selasa (20/3). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) sedang mencari lokasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) di luar Jakarta. Itu dilakukan karena komplek Gelora Bung Karno (GBK) akan disterilisasi  pada Mei hingga Juli mendatang.

"Kami mempertimbangkan lokasi pelatnas di Surabaya atau Yogyakarta. Tapi jika masih diizinkan, kami tentu memilih berlatih di GBK," kata Freddy Rosandi selaku Manajer Pelatnas Panahan Indonesia.


Klik: Lorenzo Jaga Asa Raih Gelar Juara MotoGP


Tim pelatnas Indonesia akan melakukan survei lokasi lapangan pengganti di Surabaya dan Yogyakarta pada Mei. Sebelum itu dilakukan, para atlet panahan Indonesia akan disibukkan dengan Kejuaraan Dunia di Turki pada 20 Mei.

"Setelah kembali dari Turki, kami juga masih berada di GBK selama sepekan saja," tutur Freddy.

Selain kejuaraan dunia di Turki, tim pelatnas panahan Indonesia juga akan mengikuti kejuaraan dunia tahap pertama di Shanghai, Tiongkok, pada 21 April. Event tersebut akan diikuti 12 atlet utama dan empat atlet tambahan yang dibiayai pengurus daerah masing-masing.


Klik: Rossi Lebih Unggulkan Dovizioso Ketimbang Marquez


Dijelaskan lebih lanjut oleh Freddy, empat atlet tambahan itu sudah didaftarkan kepada Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) sebagai tim inti panahan Indonesia. Itu dilakukan karena Asian Games memperbolehkan keberadaan atlet cadangan.

"Enam belas atlet itu sudah tim inti. Kami memang meminta tambahan atlet sebagai pemain cadangan jika ada salah satu atlet yang terganggu sebelum pertandingan Asian Games," pungkas Freddy.

Tim panahan Indonesia membidik target satu medali emas dari nomor tim
campuran baik pada disiplin recurve ataupun disiplin compund. Targetnya tidak terlalu banyak karena mereka akan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari Tiongkok, India, Jepang Korea Selatan, maupun Taiwan. (ANT)




(KAU)