Jelang SEA Games 2017

Wewey Wita: Ke Kuala Lumpur demi Akhiri Rasa Penasaran

A. Firdaus    •    11 Agustus 2017 14:51 WIB
sea games 2017
Wewey Wita: Ke Kuala Lumpur demi Akhiri Rasa Penasaran
Wewey Wita, berharap bisa membawa pulang emas SEA Games yang ia idamkan (Foto: A. Firdaus/Metrotvnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelar juara dunia disabet Wewey Wita dalam dua kesempatan. Tapi pesilat putri Indonesia tersebut terus dibuat penasaran ketika ajang SEA Games bergulir.

Bagaimana tidak, dalam dua kali gelaran SEA Games pada 2013 dan 2015 yang pernah diikutinya, Wewey selalu finis sebagai runner up, atau hanya puas meraih medali perak.

Pada gelaran SEA Games 2015 di Singapura contohnya. Wewey yang turun di kelas 55-60 Kg putri harus tumbang pada babak final. Mojang Bandung itu takluk atas Hoang Thi Loan, pesilat asal Vietnam.

Klik di sini: Melawan McGregor, Pertaruhan Mayweather untuk Dunia Tinju

Kini, Wewey datang ke Kuala Lumpur demi mengakhiri rasa penasarannya yang selalu gagal meraih emas. Modalnya adalah ia menjuarai Belgia Open 2017 yang berlangsung Mei lalu.

"Tentu ini menjadi rasa penasaran buat saya. Makanya saya sangat senang bisa dipanggil ke Pelatnas lagi untuk bisa mengubah medali perak ke emas," ujar Wewey saat diwawancarai Metrotvnews.com.

Wewey berhasil meraih juara pertama pada Kejuaraan Dunia 2012 dan 2015. Ia bahkan dinobatkan sebagai pesilat putri terbaik pada event terakhirnya di Kejuaraan Dunia tersebut.

Klik di sini: Rossi Berharap Ducati Pertahankan Dominasi di Red Bull Ring

Meski demikian, atmosfer SEA Games dianggap berbeda dan lebih menantang. Jadi bakal menjadi pencapaian yang luar biasa jika ia mampu mengakhiri rasa penasaran tersebut dengan meraih emas di Kuala Lumpur.

"Kalau Kejuaraan Dunia dan Belgium Open bukan multi event. Formatnya single event, jadi insya Allah para jurinya bersikap fair play," terang Wewey.

"Sementara di  SEA Games kan itu pestanya para negara. Banyak 'permainan' di luar pertandingan yang ikut turun tangan. Jadi kalau di SEA Games memang kami bertanding harus menang telak," lanjutnya

Meski bersifat menyindir, anak pertama dari pasangan Ani Rohimah dan Yeo Meng Tong ini mencoba bersikap realistis. Ia menganggap kalau saat itu belum waktunya ia mengais emas di SEA Games.

Namun apabila impiannya meraih emas bisa terwujud, bukan berarti Wewey akan berhenti untuk membela Indonesia di ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara itu. Wewey mengaku siap jika pelatnas memanggilnya.


Wewey Wita (tengah) saat menjuarai Belgia Open (Foto: @w2y_wita)

Berangkat dari Iseng-iseng
Wewey kecil mengenal pencak silat karena sedang trending saat ia berada di bangku Sekolah Dasar. Tapi berangkat dari keisengan itu, ia mulai serius menggeluti olahraga yang terkenal dengan tingkat bahaya yang luar biasa.

Sejak menjadi atlet profesional pada 2006, selain prestasi, Wewey juga tak jarang mendapatkan luka-luka usai bertanding. Mulai dari keseleo, hingga mendapat jahitan di pelipis mata kanannya.

"Cedera parah belum, paling yang saya sering rasakan adalah keseleo, lebam, retak di hidung karena kena pukulan dari lawan. Terakhir pelipis sobek dan harus mendapatkan tiga jahitan," cerita Wewey.

Meski begitu, Wewey yang berguru di perguruan Perisai Diri ini tak mengenal rasa kapok. Sebab luka-luka seperti itu adalah bagian dan juga risiko dalam pencak silat.

Klik di sini: Kiprah Pelatih Indonesia di Luar Negeri dan Nasib Perbulutangkisan Kita

Diam-diam dari Orang Tua
Menggeluti olahraga pencak silat, Wewey ternyata sempat merahasiakannya dari orangtua. Tapi itu tak berlangsung lama. Sebab orangtua langsung mengizinkan ketika ia mencetak prestasi.

"Dulu pertama kali enggak diizinkan oleh orang tua. Jadi saya coba menyembunyikannya dari mereka. Kejadian itu enggak lama, tepatnya saat pertama kali ikut kejuaraan silat di tingkat nasional. Tapi pas dapat medali pertama, mereka langsung mengizinkannya," terangnya.

Kini upayanya dalam menggeluti pencak silat bukan hanya mendapat dukungan dari orang tua. Melainkan seluruh rakyat Indonesia. Ia menjadi salah satu tumpuan negara untuk bisa mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Malaysia.

 

Pada momen kali ini, Wewey turun di kelas B Putri (50-55 kg), atau satu tingkat di atas kelas yang biasa dia geluti. "Saya terpaksa menurunkan kelas saya ke B Putri, sebab di SEA Games kali ini kelas C putri tak dipertandingkan," terangnya.

Wewey adalah salah satu atlet andalan yang berpeluang meraih emas yang dicanangkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Sebab pada SEA Games kali ini, IPSI menargetkan untuk bisa finis sebagai juara umum.  

SEA Games 2017 akan dimulai tujuh hari lagi, namun khusus cabang olahraga Pencak Silat baru akan dimainkan pada 24 dan berakhir pada 29 Agustus mendatang.

Jelang Asian Games, GBK akan Dilengkapi Lampu Terbaik Dunia
 


(ASM)